M4M4T.COM, Cilegon – Cilegon yang lebih akrab disebut Kota industri baja atau disebut Kota Baja mempunyai motto : Akur Sedulur, Jujur, Adil Makmur, merupakan gerbangnya pulau Jawa dengan pulau Andalas, berjumlah penduduk kurang lebih 746.000, berbahasa Jawa Serang dipenuhi dengan 322 industri dengan 121 primer A di dalamnya.
Walikota Cilegon Helldy Agustian dilantik pada tanggal 26 Februari 2021 seharusnya berakhir tahun 2026 bulan Februari, tapi karena regulasi harus mendapatkan pilkada lagi tahun 2024. Sebagai warganegara yang baik tentunya Helldy mengikuti aturan dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh negara.
Kalau bicara mengenai masa jabatan kemaren seharusnya sampai masa bakti 2026, tapi dibulan September ini sudah mulai cuti selama dua bulan, belum lagi dipotong masa covid selama satu tahun. Kurang lebih efektif bicara program dua setengah tahun.
“Tapi kami merasa bersyukur bahwa masyarakat Cilegon percaya sama kami, karena janji kampanye sepuluh-sepuluhnya itu alhamdulillah sudah kami relalisasikan. Walau mungkin belum ada yang seratus persen kami minta maaf karena waktilu dan karena anggaran. Tapi, semua sudah kami realisasikan.” kata Helldy pada saat podcast dengan AsMEN Senin(14/10/2024) di Kantor Sekretariat Pemenangan Helldy Alawi.
Menurut Helldy bersama rekan duetnya Alawi di Pilkada 2024 ini karena pendidikan masih terdapat adanya azas ketidakadilan. Dulu ada 150 SD Negeri tetapi gurunya cuma ada 11, jadi 1 berbanding 13,6. 1 SMP diperbutkan 13, 6 SD Negeri. Kemudian di Kecamatan tidak ada SMP Negeri samasekali.
Wilayah Kota Cilegon disematkan sebagai Kota Industri yang memiliki cukup potensi disalah satu Kecamatan pemerintahan Kota Cilegon salah satunya seperti lapangan golf ada disitu, hotel berbintang ada disitu, rumahsakit ada disitu dan perumahan elit ada disitu juga.
“Dengan sistem zonasi begini bagaimana mereka bisa lompat kedaerah lain? Karena Kecamatan itu namanya Kecamatan Purwakarta.” Jelas Helldy.
Dalam sepuluh janji kampanyenya Helldy Alawi memasukkannya kedalam satu kartu, karena jumlah pengangguran Kota Cilegon ini tahun 2015 sebanyak 12 persen. Industrinya banyak tetapi penganggurannya peringkat ketujuh selama tujuh tahun terakhir, Tahun 2020 menjadi 12, 69 persen.
Setahun berupaya pada tahun 2021 dengan seluruh industri dengan sistem pemagangan pengangguran di Cilegon turun dari 12,26 persen persen menjadi 10,13 persen.
Program UMKM di tingkatkan, NIB digratiskan, halal digratiskan, HAQ digratiskan, expayed digratiskan, pinjaman modal sampai dengan 10.000.000 dengan sistem bunga 0 persen.
Dengan program UMKM perkembangan menjadi semakin baik, tingkat pengangguran berkurang menjadi 8,10 persen menjadi peringkat keempat ditahun ketiga turun menjadi 7,25 persen. Jadi, selama Helldy memimpin Kota Cilegon selama 3,5 Tahun tingkat pengangguran dari 12,69 persen menjadi 7,25 persen, sebanyak 5,44 persen.
Helldy pun menyadari Cilegon kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) apa yang dikatakan Presiden ada benarnya. Bahwa, dalam rangka membangun generasi muda dalam rangka membangun generasi emas tahun 2045 harus membangun SDM terlebih dahulu. Maka dari itu untuk membangun SDM ditingkatkan pendidikannya harus terpenuhi terlebih dahulu.
Maka salah satu janji kampanye Helldy Alawi memberikan bea siswa full sarjana. Diberikan kepada lima ribu orang dikali selama delapan semester, dikali Rp 3.000.000 persemester sebanyak 20.000.000.000 dalam rangka persiapannya untuk membangun generasi emas tahun 2045. Rata-rata penduduk warga Cilegon tamatan STM atau SMK belum ada yang sampai tamatan Sarjana, itupun hanya ada 14 orang.
Hal yang disadari Helldy Alawi sebagai pasangan Calon Pemimpin Cilegon periode kedua, warga Cilegon yang ngetop diskala Nasional, padahal di kota ini industrinya banyak.
“Belum ada orang Cilegon jadi menteri, atau orang Cilegon ada yang bintang dua, bintang tiga, atau bintang empat, jadi dirjen, irjen, dan Kyai kondang sekalipun belum pernah ada. Termasuk penyanyi dangdut, pop, rock, Cilegon gak punya, ” tegas Helldy
Berangkat dari sinilah Helldy Alawi percaya diri, akan mengusung Cilegon menjadi Kota yang bermartabat dan beradab harus bisa melebihi kota-kota lainnya di Indonesia.
(Rizky)




