25.6 C
Jakarta
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaWawali Bobihoe Usulkan Nama Habib Ali Alatas Jadi Nama Jalan" Beliau Simbol...

Wawali Bobihoe Usulkan Nama Habib Ali Alatas Jadi Nama Jalan” Beliau Simbol Harmonisasi Serta Tauladan”

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BEKASI – 04/04/2025, M4M4T.com  – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe turut merasakan duka mendalam atas meninggalnya pendiri Majelis Taklim Ar-Ridhwan, Habib Ali bin Sholeh Alatas.

Ulama kharismatik asal Bekasi itu dikenal sebagai tokoh pendakwah berpengaruh hingga mancanegara.

“Beliau adalah ulama besar dengan kontribusi luar biasa. Banyak masyarakat yang antusias mengantarkan kepergiannya,” ujar Wawali Harris Bobihoe

Wawali Harris menyebut beliau merupakan tokoh nasional asal Bekasi yang dikenal hingga Brunei Darussalam dan Malaysia. Menurutnya, almarhum berjasa dalam menjaga kemaslahatan masyarakat dan ketahanan nasional.

“Kami berencana akan mengusulkan pengabadian nama beliau sebagai nama jalan di Bekasi. Melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai payung hukum, saya kira, Pa Wali juga setuju,” ucap Wawali Harris.

Selain sosok ulama kharismatik, beliau juga merupakan simbol dari harmonisasi yang ada di Kota Bekasi. Kediaman beliau berada dan berdampingan dengan etnis tionghoa, beliau mendirikan majelis dan berdampingan hangat dengan klenteng yang ada disekitarnya.

“Beliau menjadi simbol dari harmonisasi, simbol dari kerukunan antar etnis maupun agama. Majelis yang didirikan beliau berada berdampingan dengan klenteng yang ada disekitarnya. Hidup rukun dan menghormati satu dengan lainnya. Contoh kehidupan bermasyarakat, beliau menjadi tauladan bagi warga masyarakat,” jelasnya

Habib Ali bin Sholeh Alatas wafat pada usia 76 tahun. Ia dikenal sebagai ulama yang konsisten dalam dakwah dan pendidikan agama di Bekasi sejak 1980-an.

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini