Lampung – 21/12/2025, M4M4T.com – Petani singkong miskin di Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji, Lampung, Burhan (45), harus menelan kerugian besar setelah lahan 2 hektar tanaman singkong jenis Garuda berusia enam bulan dirusak pada Kamis malam, 21 Desember 2025.
Menurut keterangan istri korban, Dewi Sartika, sekelompok orang tak dikenal menggerakkan alat berat berupa dozer dan excavator, menggali dan menimbun tanaman singkong tersebut. “Saya lihat mereka dari kejauhan, lalu mereka langsung mengacak‑acak lahan kami. Ini bukan sekadar kerusakan, ini penghancuran total,” ujar Dewi dengan nada penuh haru.
Burhan melaporkan kejadian ke Polda Lampung dengan nomor laporan *LP/ B/951/XII/2025/SPKT* tertanggal 22 Desember 2025. Ia menuding *PT Sumber Indah Perkasa* sebagai pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut, mengingat perusahaan tersebut memiliki proyek infrastruktur di sekitar area tersebut.
Ketua Umum Angkatan Muda Badik Lampung (AMBL), Sukardiansyah, menyampaikan keprihatinan mendalam. “Kami mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Petani kecil seperti Burhan sudah mengorbankan uang untuk membeli susu anaknya, dan kini harus menanggung kerugian yang tak ternilai,” katanya.
Sukardiansyah juga berharap Presiden *Prabowo Subianto*, yang selama ini dikenal sebagai pembela rakyat, dapat memberikan perhatian khusus pada kasus ini dan memastikan keadilan ditegakkan.
Latar belakang PT SIP (Samudera Intan Pusaka) yang sebelumnya sempat ditutup sementara oleh Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara karena masalah perizinan menambah sorotan publik terhadap praktik perusahaan di wilayah tersebut
Polisi Lampung telah membuka penyelidikan dan meminta keterangan saksi serta bukti video yang mungkin ada. Masyarakat setempat berharap proses hukum berjalan cepat dan transparan, sehingga petani kecil tidak lagi menjadi korban tanpa suara




