JAKARTA _ 24 Mei 2026, m4m4t.com – Mengarungi samudera waktu selama hampir satu abad, Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) atau yang lebih dikenal luas sebagai Reclasseering Indonesia, tegak berdiri sebagai salah satu lembaga kemasyarakatan tertua dan paling bersejarah di bumi pertiwi.
Kelahiran organisasi ini bukanlah sekadar peristiwa biasa, melainkan serpihan emas dari sejarah panjang perjuangan bangsa, yang terjalin erat dan tak terpisahkan dari detik-detik lahirnya kemerdekaan Indonesia.
Diresmikan pada tanggal 18 Agustus 1945, tepat sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, lembaga ini hadir sebagai respons luhur atas panggilan zaman, guna menjawab kebutuhan mendesak akan pemulihan harkat, martabat, serta perlindungan hak-hak dasar manusia di tengah masa transisi kekuasaan yang penuh gejolak dan ketidakpastian.
Langkah monumental pendirian wadah mulia ini mendapat restu dan arahan langsung dari dua arsitek utama kemerdekaan, Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta. Dukungan akademis dan hukum yang kokoh juga mengalir dari tokoh hukum terkemuka saat itu, Prof. DR. GPH. Tjokrodiningrat SH.
Gagasan agung ini kemudian diwujudkan menjadi kenyataan nyata oleh sosok visioner, Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi, yang menjabat sebagai pendiri utama. Dalam meletakkan batu pertama organisasi, beliau tidak berjalan sendiri, melainkan didampingi oleh dua tokoh andal, yakni Dr. R. Mustopo dan Saimun Zain, yang turut serta merancang pondasi, nilai, dan arah gerak organisasi ini.
Meskipun benih perjuangan telah ditanam sejak hari bersejarah Agustus 1945, proses pelembagaan dan pengukuhan identitas dilakukan secara bertahap dan cermat. Tonggak penting tercatat ketika lembaga ini secara resmi diresmikan keberadaannya di Yogyakarta pada tanggal 17 Agustus 1946.
Perjalanan menuju legitimasi hukum yang sempurna terus ditempuh, hingga akhirnya pengakuan negara yang mutlak dan kokoh diterima pada 12 November 1954, serta dipertegas secara sah melalui Surat Keputusan Menteri Kehakiman Nomor J.H.7.1/6/2 tertanggal 9 Juni 1956. Sejak saat itu, Reclasseering Indonesia berjalan tegap, sah, dan diakui penuh kedudukannya oleh negara Republik Indonesia.
Menyusul berdirinya organisasi, susunan kepemimpinan pertama untuk masa bakti 1945–1950 diamanahkan kepada para pendiri dan pejuang. Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi memegang tampuk pimpinan sebagai Ketua Umum, sementara Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Prof. DR. GPH. Tjokrodiningrat SH berkenan duduk sebagai Dewan Pembina dan Penasihat yang memberikan arah kebijakan strategis.
Di samping itu, Dr. R. Mustopo, Saimun Zain, serta para tokoh pemikir lainnya bergabung sebagai Anggota Pendiri, bersatu hati meletakkan landasan gerak organisasi pada tiga pilar utama: hukum, hak asasi manusia, dan pelayanan kemanusiaan.
Misi suci mereka saat itu sangatlah jelas: memulihkan kembali martabat manusia yang sempat terinjak, serta menjadi garda terdepan penegak keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Melintasi zaman, semangat dan cita-cita luhur yang ditanamkan para pendiri bangsa tetap terjaga nyala apinya, diteruskan dari tangan ke tangan, dari generasi ke generasi. Hingga kini, tongkat estafet kepemimpinan untuk masa bakti 2025–2029 diamanahkan kepada sosok berintegritas, Prof. Dr. H. Rio Soepadmo, M.Sc selaku Ketua Umum.
Beliau didampingi oleh Azhar Soeparman, Amd, Apj sebagai Wakil Ketua Umum, serta Mamat Junaedi, A.md, SH yang menjabat sebagai Direktur Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Di bawah naungan kepemimpinan saat ini, Reclasseering Indonesia tetap konsisten dan aktif bergerak menjadi mitra setia masyarakat dan negara. Berbagai program advokasi hukum, perlindungan hak asasi manusia, hingga kegiatan sosial kemanusiaan terus digalakkan dan dilaksanakan secara nyata.
Lembaga ini kini berdiri kokoh bukan hanya sebagai saksi sejarah, melainkan sebagai bukti hidup kelanjutan perjuangan mewujudkan cita-cita kemerdekaan: sebuah masyarakat Indonesia yang adil, beradab, berkeadilan, dan sejahtera lahir batin, sesuai amanat konstitusi negara. [ Akhmad ]
Sumber foto : TRNNews.com




