27.3 C
Jakarta
Jumat, 24 Juli 2026
BerandaWilayahTerancam Dilaporkan ke Vendor, Sekuriti Halte Bundaran HI Akhirnya Bersujud Minta Maaf

Terancam Dilaporkan ke Vendor, Sekuriti Halte Bundaran HI Akhirnya Bersujud Minta Maaf

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ m4m4t.com – Vicol Harefa, petugas keamanan di sekitar Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, mengaku terpaksa bersujud dan meminta maaf kepada pengemudi serta penumpang Toyota Alphard yang bersitegang dengannya. Langkah itu diambil setelah ia dinilai bersalah oleh kepala pos polisi dan diancam akan dilaporkan ke perusahaan penyedia tenaga kerja tempatnya bekerja.

Dalam penjelasan yang disampaikan lewat video yang beredar, Vicol menceritakan insiden terjadi pada Rabu (22/7/2026). Saat ia melaporkan kejadian perselisihan tersebut ke pos polisi terdekat, justru ia yang dianggap keliru karena dinilai tidak berhak mengetuk kaca kendaraan saat menegur pengemudi.

“Setelah kepala pospol berkata begitu, ketiga orang itu semakin merasa berada di pihak yang benar. Saya merasa terpojok sendirian,” ujar Vicol.

Tekanan semakin terasa ketika pihak pengemudi mengancam akan melaporkannya ke vendor agar ia dipecat. Merasa tak memiliki jalan lain, Vicol akhirnya menurut dan meminta maaf dengan cara bersujud. “Saya tidak ada jalan keluar lain, maka saya bersalaman dan bersujud memohon maaf. Saya akui keliru dan berjanji akan lebih berhati-hati menjalankan tugas ke depannya,” katanya.

Meski sudah dua kali bersalaman dan mencium tangan sebagai tanda penghormatan, Vicol mengklaim perlakuan tersebut belum berakhir. Usai meninggalkan pos polisi, pengemudi kendaraan itu kembali memarahinya sambil menarik kerah bajunya dan memintanya tidak bersikap layak preman.

“Saya hanya bisa menjawab siap dan mengakui kesalahan saya,” pungkas Vicol menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya itu.
[ Annisaa ]

Sumber foto : kompas.com

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini