26.7 C
Jakarta
Senin, 27 Juli 2026
BerandaWilayahMomen Pilu Anak Menangis Histeris, Kepala Desa: Jangan Hilangkan Nyawa Hanya karena...

Momen Pilu Anak Menangis Histeris, Kepala Desa: Jangan Hilangkan Nyawa Hanya karena Ayam

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ m4m4t.com – Sebuah video yang menampilkan tangisan histeris anak bungsu di samping jenazah ayahnya, berinisial KD, viral di media sosial. KD meninggal dunia setelah dikeroyok warga yang menduga ia mencuri ayam aduan. Momen menyayat hati itu terjadi saat prosesi pemakaman berlangsung.

Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengungkapkan almarhum meninggalkan tiga orang anak. Anak sulung sudah berkeluarga, anak kedua duduk di bangku kelas 1 SMA, sedangkan si bungsu yang tampak menangis memanggil-manggil ayahnya masih bersekolah di kelas 1 SD.

“Sangat sedih melihat anak-anaknya menangis. Namun kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sekesalahan apapun seseorang, tidak pantas dihukum mati hanya karena dugaan mencuri ayam,” tegas Sutama saat dikonfirmasi Minggu (26/7/2026).

Menurut informasi yang dihimpun, kemarahan warga memang sudah lama terakumulasi akibat seringnya kehilangan ternak ayam. Meski demikian, Sutama mengingatkan Indonesia adalah negara hukum. Setiap dugaan pelanggaran seharusnya diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian, bukan diselesaikan dengan main hakim sendiri yang berujung pada kekerasan.

“Jika pola pikir seperti ini dibiarkan, betapa banyak nyawa yang akan hilang hanya karena persoalan sepele. Serahkan kepada pihak berwajib untuk proses yang adil,” imbuhnya.

Di tengah duka yang mendalam, pihak keluarga memilih untuk mengikhlaskan kepergian almarhum dan menganggapnya sebagai musibah yang tak terelakkan. Hingga saat ini, keluarga belum berencana mengambil langkah hukum terkait peristiwa pengeroyokan tersebut.
[ Uswatun ]

Sumber foto : Liputan6.com

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini