32.5 C
Jakarta
Minggu, 22 Maret 2026
BerandaNasionalGedung Juang Bekasi Riwayatmu Kini

Gedung Juang Bekasi Riwayatmu Kini

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

KABUPATEN BEKASI, M4M4T.com – Negara Indonesia adalah negeri yang kaya akan sejarah dan budaya, hal itu terlihat di setiap sudut negeri ada saja terpampang monumen-monumen yang membuktikan sejarah perjalanan dari peninggalan para pendiri bangsa.

Suasana malam di area Gedung Juang Bekasi
Suasana malam di area Gedung Juang 

Jika kita salah satu pengagum dan pecinta sejarah dan peradaban Indonesia Raya, jangan lewatkan literasi sejarah yang satu ini, yaitu ” Gedung Juang” yang terletak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Tulisan dalam tanda petik itulah yang terpampang jelas di halaman pintu masuk Gedung Juang Bekasi. Letaknya cukup strategis di Jalan Hassanudin No.39 Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang dekat dengan pasar dan stasiun kereta api Tambun.

Bangunan yang memiliki luas 13.900 m persegi ini pada hari libur selalu ramai dikinjungi wisatawan, baik lokal maupun luar kota. Masyarakat sekitar menyebutnya Gedung Juang 45 Bekasi atau Gedung Juang Tambun.

Sebelum kita menjelajah lebih dalam substansi dari artikel ini, alangkah indahnya mari kita cicipi sejenak narasi berikut ini.

– Kota Bekasi pada era pra-kolonial

Sejarah kota Bekasi pada awalnya hanyalah sebuah desa kecil bernama Dayeuh Sundasembawa yang terletak di daerah tepi sungai.

Kemudian pada abad ke-17 daerah ini masuk dalam teritorial kekuasaan Kerajaan Tarumanagara.

– Kota Bekasi pada era Kolonial

Pada tahun 1684 Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) Perusahaan dagang milik Belanda membangun benteng di daerah ini untuk mengendalikan jalur perdagangan rempah-rempah.

Karena jalur perdagangannya terus berkembang pesat pada tahun 1713 VOC membangun daerah koloninya menjadi kota yang bernama Bekasi, yang kemudian menjadi pusat perdagangan dan sekaligus pusat pemerintahan.

Kolonialisme tidak hanya dari VOC Belanda, pada tahun 1811 Inggris mengambil alih kekuasaan, dan akhirnya Bekasi menjadi bagian dari Pemerintahan Inggris di teritorial Pulau Jawa.

– Sejarah Gedung Juang Bekasi

Romantisme sejarah Gedung Juang Bekasi menarik untuk kita telusuri karena bangunan megah yang dibangun pada era kolonial itu kini menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi terhadap penjajah di masa lalu.

Jangan heran kalau kota Bekasi dijuluki sebagai “Kota Patriot”.

Kronologi sejarah gedung itu pada era kolonial Belanda bernama Landhuis Tamboen yang dibangun pada awal abad ke-20 oleh keluarga Khouw Van Tamboen. Pembangunannya berjalan dengan dua tahap, tahap pertama 1906 dan tahap selanjutnya 1910.

Ketika Belanda tidak lagi berkuasa di kota Bekasi, seorang Pengusaha keturunan Tionghoa bernama Kuow Oen Huy mengusai gedung tersebut hingga tahun 1942.

Akibat strategi perang dan desakan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya gedung itu menjadi front pertahanan Bekasi -Jakarta dan dijadikan pusat kekuatan pasukan TNI di teritorial Bekasi dan Cibarusah.

Sayangnya tidak berlangsung lama, tahun 1943 gedung tersebut dikuasai tentara Jepang dan dijadikan sebagai pusat pertahanan militernya.

Berkat perjuangan Komite Nasional Indonesia (KNI) tahun 1945 gedung tersebut dikuasai dan beralih fungsi menjadi kantor Kabupaten Jatinegara sekaligus sebagai pusat komando rakyat Indonesia dalam menghadapi tentara sekutu.

Kemendikbud melalui situs resminya menjelaskan, gedung ini pernah pindah tangan ke tentara Belanda tepatnya ketika Agresi Militer Belanda I hingga tahun 1949. Tapi tidak lama kemudian gedung bisa direbut kembali dan difungsikan sesuai situasi dan kondisi.

Gedung ini pernah digunakan sebagai kantor DPRD II Kabupaten Bekasi dan Kampus Akademi Pembangunan Desa.

 Gedung Juang Bekasi kini menjadi Museum

Gedung yang penuh dengan cerita history itu kini telah diubah menjadi Museum oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ornamen dengan segala pernak-perniknya yang masih asli menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisawatan dan kaum Seniman serta pecinta sejarah peradaban Indonesia Raya.

Di dalamnya terdapat banyak literasi tentang sejarah gedung dan fungsinya dari tahun ke tahun. Ada juga literasi tentang sejarah Kerajaan Tarumanegara yang pernah ada di daerah Bekasi dan Kafe serta beberapa film/video dokumenter. Yang pasti Gedung Juang Bekasi sangat cocok untuk wisata edukasi bagi anak-anak sekolah maupun mahasiswa karena kaya akan literasi sejarah, seni arsitek dan lain-lain.

Jika malam hari Gedung Juang Bekasi nampak terlihat cantik dan eksotik karena sorotan lampu yang berwarna-warni tertata indah disetiap sudut gedung yang kenthal dengan nuansa sejarah perjuangan dimasa lalu.

Sebagai pelengkap informasi, saat ini di Gedung Juang sedang diadakan “Festival Ramadhan”. Menurut Bewok petugas keamanan setempat menjelaskan, “Festival Ramadhan berlangsung dari tanggal 19 sampai 23 Maret dan selama Ramadhan Gedung Juang dibuka sore hari jam dua sampai sepuluh malam.”

Pemandangan di sore hari pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai jajanan dan kuliner. Mulai dari kolak sampai seblak semua tersedia, bahkan ada promo kendaraan dan jasa Umroh ke tanah suci Mekah.

Bagi warga Bekasi dan sekitarnya pasti tempat ini tidak asing, apalagi d bulan suci Ramadan banyak warga sekitar bahkan luar kota yang “Ngabuburit” sambil menunggu waktu bedug adzan Maghrib.

Tidak perlu khawatir, untuk memasuki kawasan area wisata ini,  pihak pengelola  menggratiskan alias tidak bayar. Buka setiap hari, sangat nyaman untuk relaksasi melepas kejenuhan setelah sibuk beraktivitas apalagi di area halaman Gedung Juang Bekasi sering diadakan pentas seni, konser musik dan berbagai hiburan lainnya.

(Dari Berbagai Sumber)

Imam Setiadi – AWPI

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini