BEIRUT _ 17/04/2026, m4m4t.com – Situasi di perbatasan Israel dan Lebanon kembali memanas hanya selang waktu singkat setelah kesepakatan gencatan senjata resmi diberlakukan.
Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa pasukan Israel kembali melakukan serangan dengan menembakkan rentetan peluru artileri ke wilayah Lebanon Selatan.
Serangan tersebut dilaporkan menyasar area perbatasan yang berada di bawah pengawasan pasukan perdamaian PBB (UNIFIL).
Suara ledakan keras terdengar berkali-kali dan asap hitam terlihat membubung tinggi di beberapa titik, memicu kepanikan warga yang baru saja berharap situasi akan segera membaik.
Aksi tembak-menembak ini dinilai sangat kontradiktif dengan semangat perdamaian yang baru saja disepakati.
Padahal, gencatan senjata dimaksudkan untuk menghentikan segala bentuk tindakan permusuhan dan memberikan ruang bagi kedua pihak untuk duduk bersama dalam meja negosiasi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai motif di balik serangan mendadak tersebut maupun apakah ada korban jiwa atau kerusakan material yang ditimbulkan.
Namun, insiden ini jelas menimbulkan kekhawatiran besar bahwa upaya perdamaian bisa gagal di tengah jalan dan konflik berkepanjangan akan kembali terjadi.
Masyarakat internasional dan pihak Lebanon menuntut penjelasan jelas terkait pelanggaran gencatan senjata ini, serta mendesak semua pihak untuk tetap menahan diri demi mencegah eskalasi perang yang lebih luas lagi.
Pewarta : Uswatun / Editor : Ahmad
Sunber foto : detikcom




