29.3 C
Jakarta
Kamis, 23 April 2026
BerandaBerita UtamaTantangan Kompleks di Balik Upaya Pembebasan Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Menlu...

Tantangan Kompleks di Balik Upaya Pembebasan Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Menlu Beberkan Kendala

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ 23/04/2026, m4m4t.com – Menteri Luar Negeri Sugiono membeberkan dinamika rumit yang membuat proses negosiasi pembebasan dua kapal tanker milik Pertamina, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, di Selat Hormuz berlangsung alot. Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026), ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya maksimal, namun situasi di lapangan dipengaruhi berbagai faktor yang tidak sederhana.

Menlu Sugiono menjelaskan, salah satu kendala utama adalah situasi internal di Iran. Kebijakan yang telah ditetapkan oleh tingkat pusat belum tentu dapat langsung diterapkan secara serentak di lapangan.

Hal ini membuat proses perizinan pelayaran menjadi lebih lama dari yang diharapkan. Selain itu, ketegangan geopolitik kawasan, termasuk keberadaan blokade militer dan dinamika hubungan internasional, turut memperumit penyelesaian masalah.

“Permasalahannya menjadi semakin kompleks dengan situasi internal yang terjadi di Iran sendiri.

Karena kadang-kadang apa yang menjadi kebijakan dari atas itu tidak serta-merta bisa diimplementasikan di lapangan. Itu yang sedang dicari penyelesaiannya seperti apa,” ujar Sugiono.

Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar RI di Teheran terus melakukan komunikasi intensif bersama tim teknis dari Pertamina. Upaya ini difokuskan untuk mengurus perizinan dan memastikan kedua kapal dapat melintas dengan aman.

Kedua kapal tersebut diketahui membawa total sekitar dua juta barel minyak mentah, namun pemerintah memastikan bahwa kondisi ini belum mengganggu stabilitas pasokan energi nasional.

Di samping itu, Indonesia juga memperjuangkan prinsip kebebasan bernavigasi di jalur perdagangan internasional tersebut.

Sugiono menyebutkan bahwa dalam forum internasional, mayoritas negara menolak adanya pungutan biaya atau semacam “tol” bagi kapal yang melintas, yang dianggap bertentangan dengan hukum laut internasional.

Pihak Pertamina juga menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan seluruh awak kapal serta keamanan aset dan muatan. Mereka terus berkoordinasi erat dengan pemerintah untuk mencari jalan keluar teknis dan diplomatik terbaik.

Hingga saat ini, proses pembicaraan masih berjalan dan pemerintah berkomitmen untuk memberikan pembaruan terkini seiring adanya perkembangan yang pasti.

Pewarta : Wahidin / Editor : Ahmad

Sumber foto : iNews

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini