TABANAN _ m4m4t.com – KD, warga Desa Sudetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, tewas setelah dikeroyok massa di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Peristiwa berdarah itu bermula saat ia diduga tertangkap basah mencuri ayam aduan milik warga berinisial IWAS (31).
Menyusul musibah tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng turun tangan memberikan perhatian khusus bagi ketiga anak yang ditinggalkan almarhum. Melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), pihak berwenang telah menyiapkan pendampingan psikologis guna membantu pemulihan mental mereka pasca peristiwa menyedihkan itu.
KD meninggalkan tiga orang anak: anak sulung sudah berkeluarga, anak kedua duduk di bangku kelas 1 SMP, sedangkan si bungsu masih bersekolah di kelas 1 SD. Dukungan psikologis ini dinilai sangat dibutuhkan agar mereka dapat melewati masa berduka tanpa mengalami trauma yang berkepanjangan.
Kabupaten Tabanan sendiri merupakan wilayah strategis di bagian selatan Bali yang dikenal sebagai lumbung padi utama pulau, dengan luas 839,33 kilometer persegi yang mencakup daerah pegunungan hingga pesisir. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Buleleng di sebelah utara, Badung di timur, Jembrana di barat, dan Samudra Hindia di selatan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahaya tindakan main hakim sendiri, sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah daerah untuk memastikan hak dan perlindungan anak tetap terjaga meski dalam situasi yang sulit.
[ Uswatun ]
Sumber foto : Tribunnews.com




