31.4 C
Jakarta
Sabtu, 13 Juni 2026
BerandaBerita UtamaPiala Dunia 2026 Belum Berikan Lonjakan Wisata, Industri Perhotelan dan Penerbangan Hadapi...

Piala Dunia 2026 Belum Berikan Lonjakan Wisata, Industri Perhotelan dan Penerbangan Hadapi Kekecewaan

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ 13 Juni 2026, m4m4t.com – Harapan besar akan melonjaknya kunjungan wisatawan dan pemasukan sektor pariwisata akibat penyelenggaraan Piala Dunia 2026 ternyata belum terwujud. Ajang sepak bola terbesar dunia yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini justru mencatat kinerja yang jauh di bawah perkiraan awal.

Selama bertahun-tahun, turnamen ini diproyeksikan menjadi sumber keuntungan besar bagi industri perjalanan dan perhotelan AS. Namun, hingga awal penyelenggaraan, jumlah kedatangan wisatawan internasional justru mengalami penurunan. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah kekhawatiran yang disampaikan oleh sejumlah kelompok hak asasi manusia terkait kondisi di negara tersebut.

Gelombang kedatangan suporter dari berbagai penjuru dunia yang diharapkan memadati kota-kota tuan rumah ternyata tidak terjadi. Akibatnya, banyak pengusaha perhotelan terpaksa menurunkan tarif kamar secara drastis demi mengisi kekosongan hunian.

Penurunan minat juga terlihat pada sektor penerbangan. Pemesanan tiket pesawat melemah seiring melambungnya harga tiket perjalanan, ditambah dengan mahalnya biaya menonton pertandingan langsung. Para pengamat menilai antusiasme terhadap edisi kali ini jauh lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Kondisi awal yang kurang menggembirakan ini mengindikasikan bahwa model bisnis Piala Dunia yang selama ini mengandalkan kedatangan suporter asing dengan pengeluaran besar mulai kehilangan daya tarik. Tingginya biaya perjalanan, prosedur pengurusan visa yang ketat, serta kerumitan berpindah lokasi antarkota yang tersebar di tiga negara berbeda menjadi hambatan utama.

Sementara itu, kunjungan wisatawan domestik di AS belum mampu menutupi kekurangan tersebut. Hal ini tak lepas dari fakta bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang kurang populer dibandingkan jenis olahraga lain seperti bola basket, bisbol, dan sepak bola Amerika. [ Annisaa ]

Sumber foto : detikfinance

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini