32.1 C
Jakarta
Kamis, 30 April 2026
BerandaBerita UtamaTabrakan Dua Bus Jemaah Haji di Jabal Magnet, 10 Luka-Luka Satu Masih...

Tabrakan Dua Bus Jemaah Haji di Jabal Magnet, 10 Luka-Luka Satu Masih Dirawat

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

MADINAH _ 30/04/2026, m4m4t.com – Dua bus pengangkut jemaah haji Indonesia mengalami kecelakaan di kawasan Jabal Magnet, sekitar 60 kilometer barat laut Kota Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (28/4/2026) siang waktu setempat.

Insiden terjadi saat kedua armada sedang dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan ziarah wisata.

Kecelakaan melibatkan bus Kloter JKS 01 asal Bekasi, Jawa Barat, dan Kloter SUB 02 asal Probolinggo, Jawa Timur.

Berdasarkan data resmi, total korban luka mencapai 10 orang, terdiri dari 7 jemaah dari kloter Bekasi, 2 jemaah dari kloter Probolinggo, serta 1 petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Sebagian besar korban hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis darurat, kemudian diperbolehkan kembali ke penginapan.

Namun, satu jemaah wanita berinisial SSH (60 tahun) asal kloter SUB 02 masih menjalani observasi dan perawatan intensif di Rumah Sakit Al Hayyat Quba Madinah. Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pihak Kementerian Luar Negeri melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah serta Kementerian Haji dan Umrah telah memantau perkembangan kondisi korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Tim medis pendamping juga terus memberikan pendampingan agar seluruh jemaah mendapatkan perawatan optimal.

Penyebab kecelakaan sementara diduga akibat kendaraan lain yang mendadak keluar dari jalur, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan faktor teknis dan kelalaian yang terlibat.

Pemerintah juga telah mengimbau seluruh penyelenggara perjalanan dan KBIHU untuk lebih meningkatkan kewaspadaan serta memastikan kelayakan kendaraan dan kualitas pengemudi demi keselamatan jemaah.

Pewarta : Uswatun / Editor Ahmad

Sumber foto : detikcom

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini