JAKARTA _ 22 Mei 2026, m4m4t.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tekanan penurunan.
Memasuki awal sesi perdagangan pada hari Jumat ini, indeks acuan pasar saham Indonesia dibuka dalam kondisi melemah sebesar 29,31 poin, setara dengan penurunan 0,48 persen, yang menempatkan posisinya di angka 6.065.
Angka ini semakin mengukuhkan bahwa indeks masih bergerak dalam lintasan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini terjadi seiring dengan ketidakpastian yang masih membayangi pasar keuangan dunia, yang berdampak langsung pada pergerakan modal di pasar saham dalam negeri.
Menanggapi situasi pasar yang sedang mengalami koreksi ini, Ekonom Pasar Global, Myrdal Gunarto, memberikan pandangannya terkait langkah yang sebaiknya diambil oleh para pelaku pasar.
Menurut penilaiannya, tingginya tingkat volatilitas atau gejolak harga yang terjadi di pasar keuangan global menjadi faktor utama yang memicu tekanan pada IHSG.
Dalam situasi seperti ini, di mana arah pergerakan pasar belum sepenuhnya menentu dan risiko penurunan masih terbuka lebar, Myrdal menyarankan agar para investor mulai menerapkan strategi yang lebih berhati-hati dan konservatif.
“Ketika pasar sedang mengalami fase koreksi dengan fluktuasi yang tajam, langkah paling bijak adalah menahan diri dari pengambilan risiko yang terlalu besar.
Strategi konservatif sangat diperlukan saat ini untuk menjaga keamanan portofolio investasi di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global,” ungkap Myrdal Gunarto.
Saran ini ditujukan agar para investor dapat meminimalisir potensi kerugian di tengah tekanan pasar yang masih berat, sambil tetap memantau perkembangan indikator ekonomi maupun sentimen pasar yang nantinya bisa menjadi sinyal pemulihan.
Para pelaku pasar diimbau untuk terus cermat dalam menentukan langkah investasi, mengingat tren pelemahan ini diprediksi masih akan berlanjut hingga ada kepastian arah dari pasar keuangan internasional.
Pewarta : Uswatun / Editor : Ahmad
Sumber foto : Liputan6.com




