BEKASI _ 20 Mei 2026, m4m4t.com – Kisah memilukan menimpa Gugun, seorang pekerja yang kini harus menanggung penderitaan fisik sekaligus ketidakpastian masa depan akibat kecelakaan kerja yang menimpanya.
Musibah tersebut terjadi saat ia sedang menjalankan tugas hariannya, di mana beban berat yang sedang dipindahkannya tiba-tiba jatuh dan menimpa kedua kakinya dengan kekuatan yang sangat besar.
Akibat insiden naas itu, kondisi kaki Gugun mengalami kerusakan parah hingga hancur dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Ia terpaksa harus menjalani serangkaian penanganan medis yang menyakitkan, namun hingga kini pemulihan belum menampakkan hasil yang memuaskan.
Gugun kini kehilangan kemampuannya untuk bekerja, beraktivitas, dan menafkahi diri sendiri maupun keluarga, bergantung sepenuhnya pada bantuan orang terdekat.
Pahitnya nasib yang dialami Gugun bukan hanya berhenti pada luka fisik. Hingga saat ini, tidak ada satu pun langkah nyata atau bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh pihak perusahaan tempat ia bekerja.
Padahal, kecelakaan itu terjadi secara jelas saat ia sedang melaksanakan kewajiban dan tugas yang diperintahkan kepadanya.
Perusahaan PT Monolit Kontruksi Indinesia seolah melepaskan tangan dan mengabaikan hak-hak pekerja yang terluka, membiarkan nasib Gugun terkatung-katung tanpa jaminan kesehatan, santunan, maupun perlindungan apa pun.
Kini, Gugun hidup dalam ketidakpastian, berjuang menahan rasa sakit sekaligus beban biaya pengobatan yang terus menumpuk sendirian.
Ia dan keluarganya merasa sangat kecewa dan tertindas, mengingat selama ini ia telah bekerja dengan penuh dedikasi dan kesetiaan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan hukum dan jaminan keselamatan kerja bagi setiap tenaga kerja.
Gugun berharap kisahnya terdengar oleh pihak berwenang, serikat pekerja, maupun masyarakat luas, agar keadilan dapat ditegakkan dan perusahaan mau bertanggung jawab atas keselamatan para karyawannya.
Ia berharap tidak ada lagi nasib serupa yang menimpa pekerja lain di masa mendatang.
Pewarta : Annisaa / Editor : Ahmad




