26.8 C
Jakarta
Kamis, 21 Mei 2026
BerandaBerita UtamaTragedi Gugun: Kaki Remuk Tertimpa Beban Kerja, Nasib Terkatung-katung Tanpa Tanggung Jawab...

Tragedi Gugun: Kaki Remuk Tertimpa Beban Kerja, Nasib Terkatung-katung Tanpa Tanggung Jawab Perusahaan

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BEKASI _ 20 Mei 2026, m4m4t.com – Kisah memilukan menimpa Gugun, seorang pekerja yang kini harus menanggung penderitaan fisik sekaligus ketidakpastian masa depan akibat kecelakaan kerja yang menimpanya.

Musibah tersebut terjadi saat ia sedang menjalankan tugas hariannya, di mana beban berat yang sedang dipindahkannya tiba-tiba jatuh dan menimpa kedua kakinya dengan kekuatan yang sangat besar.

Akibat insiden naas itu, kondisi kaki Gugun mengalami kerusakan parah hingga hancur dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Ia terpaksa harus menjalani serangkaian penanganan medis yang menyakitkan, namun hingga kini pemulihan belum menampakkan hasil yang memuaskan.

Gugun kini kehilangan kemampuannya untuk bekerja, beraktivitas, dan menafkahi diri sendiri maupun keluarga, bergantung sepenuhnya pada bantuan orang terdekat.

Pahitnya nasib yang dialami Gugun bukan hanya berhenti pada luka fisik. Hingga saat ini, tidak ada satu pun langkah nyata atau bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh pihak perusahaan tempat ia bekerja.

Padahal, kecelakaan itu terjadi secara jelas saat ia sedang melaksanakan kewajiban dan tugas yang diperintahkan kepadanya.

Perusahaan PT Monolit Kontruksi Indinesia seolah melepaskan tangan dan mengabaikan hak-hak pekerja yang terluka, membiarkan nasib Gugun terkatung-katung tanpa jaminan kesehatan, santunan, maupun perlindungan apa pun.

Kini, Gugun hidup dalam ketidakpastian, berjuang menahan rasa sakit sekaligus beban biaya pengobatan yang terus menumpuk sendirian.

Ia dan keluarganya merasa sangat kecewa dan tertindas, mengingat selama ini ia telah bekerja dengan penuh dedikasi dan kesetiaan.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan hukum dan jaminan keselamatan kerja bagi setiap tenaga kerja.

Gugun berharap kisahnya terdengar oleh pihak berwenang, serikat pekerja, maupun masyarakat luas, agar keadilan dapat ditegakkan dan perusahaan mau bertanggung jawab atas keselamatan para karyawannya.

Ia berharap tidak ada lagi nasib serupa yang menimpa pekerja lain di masa mendatang.

Pewarta : Annisaa / Editor : Ahmad

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini