Bekasi _ 18 Mei 2026, m4m4t.com – Suasana penuh semangat dan harapan mewarnai pertemuan silaturahmi pengurus dan elemen pendukung Organisasi Reclasering Indonesia wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi pada hari ini di Perum Bagasasi Jasmin, Kec. Serang Baru, Kab. Bekasi.
Acara ini menjadi momen penting, di mana organisasi yang sempat berhenti beraktivitas atau vakum dalam waktu cukup lama, akhirnya menemukan titik terang untuk kembali bangkit dan bergerak aktif melayani masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Bang Nando selaku Ketua Kabupaten dan Kota Bekasi menyampaikan amanah dan mandat langsung dari Ketua Umum Pusat.
Ia menegaskan arah kebijakan baru agar organisasi dapat dikelola jauh lebih baik, lebih terstruktur, dan lebih bermanfaat dibandingkan sebelumnya.
Salah satu langkah utama yang segera dilakukan adalah pembenahan struktur kepengurusan, di mana jabatan-jabatan yang kosong selama ini akan segera diisi oleh sosok-sosok yang memiliki kemampuan, kemauan, dan komitmen tinggi untuk bekerja serta menggerakkan berbagai program kegiatan nyata.
“Kami membawa mandat dari Ketua Umum untuk membenahi dan menjalankan organisasi ini lebih baik lagi. Posisi kepengurusan yang kosong dan membuat organisasi vakum, akan segera kami isi dengan orang-orang yang siap kerja dan bisa beraktivitas, agar roda organisasi kembali berputar,” ujar Bang Nando di hadapan para hadirin.
Sementara itu, Bang Sahri memberikan pandangan strategis terkait masa depan organisasi. Ia menekankan perlunya penyelarasan dan pembaruan visi serta misi agar sesuai dengan kebutuhan zaman.
Menurutnya, penyatuan pandangan dan tujuan sangat diperlukan agar setiap elemen di dalam organisasi bekerja sejalan dan berjalan sesuai dengan tugas dan fungsi pokoknya masing-masing, sehingga tidak terjadi tumpang tindih maupun penyimpangan arah.
Ustaz Abdul Rahman memberikan pesan mendalam terkait prinsip dalam pembentukan kepengurusan baru. Ia mengingatkan bahwa seluruh proses harus dilakukan melalui jalan musyawarah untuk mencapai mufakat.
Lebih jauh, ia menekankan perubahan pola pikir atau mindset yang harus dimiliki oleh seluruh anggota, yaitu mengutamakan nilai silaturahmi, persaudaraan, dan pengabdian, bukan berorientasi pada keuntungan materi semata. “Uang itu anggap saja sebagai bonus. Yang utama adalah kebersamaan dan manfaat yang kita berikan kepada sesama,” tegasnya.
Bang Jaya turut mengingatkan kembali sejarah panjang organisasi ini. Ia menyampaikan rasa syukur dan bangga karena Reclasering Indonesia merupakan organisasi lama yang dibentuk langsung oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Dengan sejarah yang begitu mulia dan besar, ia berharap kehadiran kembali organisasi ini dapat menjadi wadah harapan bagi masyarakat, bangsa, dan negara dalam menjaga nilai-nilai luhur perjuangan pendiri bangsa.
Di sesi tanggapan, Bang Handoko menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran seluruh elemen yang mendukung kebangkitan organisasi ini.
Ia menegaskan bahwa dalam pertemuan ini telah diletakkan dasar yang kuat untuk menyatukan dua kekuatan penting, yaitu persaudaraan organisasi dan kekuatan pers, guna saling mendukung dan bersinergi demi kemajuan bersama.
Terakhir, Bang Dias menyampaikan harapannya agar Reclasering Indonesia wilayah Bekasi dapat maju secara bersama-sama. Kuncinya, menurutnya, ada pada penyatuan visi dan misi serta menjaga kebersamaan.
Ia juga menekankan dua hal pokok yang wajib dipegang teguh oleh seluruh pengurus dan anggota, yaitu kejujuran dalam bertindak dan keterbukaan dalam berkomunikasi, sebagai modal utama organisasi yang sehat dan terpercaya.
Pertemuan silaturahmi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk segera menyusun program kerja konkret dan mengaktifkan kembali seluruh jaringan organisasi, agar nama besar Reclasering Indonesia kembali harum dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Pewarta : Annisaa / Editor : Ahmad




