26.5 C
Jakarta
Minggu, 31 Mei 2026
BerandaBerita UtamaSambut Bulan Bung Karno, PDIP Hidupkan Kembali Lagu "Bung Karno Bapak Marhaenisme"...

Sambut Bulan Bung Karno, PDIP Hidupkan Kembali Lagu “Bung Karno Bapak Marhaenisme” Sebagai Semangat Perjuangan

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ 30 Mei 2026, m4m4t.com – Menyemarakkan peringatan Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan secara resmi memperkenalkan kembali lagu bertajuk “Bung Karno Bapak Marhaenisme”. Peluncuran sekaligus pengaktifan kembali lagu bernuansa perjuangan ini dilakukan dalam kegiatan Pembekalan dan Bimbingan Teknis yang diikuti oleh seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota se-Indonesia. Kegiatan besar ini berlangsung pada Sabtu (30/5/2026), dihadiri ratusan wakil rakyat yang membawa amanah partai di berbagai daerah.

Lagu yang sarat muatan ideologis ini diperdengarkan pertama kali dalam rangkaian acara tepat pada sesi awal protokoler kepartaian, menjadi pembuka semangat sebelum masuk ke materi-materi pembekalan. Langkah ini bukan sekadar upaya menghidupkan kembali kenangan sejarah atau seremonial belaka, melainkan memiliki makna strategis untuk meneguhkan kembali jati diri dan arah perjuangan seluruh kader partai.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemutaran dan penyanyian lagu ini merupakan langkah penting untuk membangkitkan kembali semangat juang serta membumikan ajaran Marhaenisme yang digagas oleh Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Soekarno. Menurutnya, lagu ini berfungsi sebagai pengingat abadi bagi setiap kader, khususnya para wakil rakyat yang baru saja dilantik, mengenai siapa sesungguhnya tujuan utama dari perjuangan politik yang mereka emban.

“Lagu ini adalah pengingat yang sangat penting bagi kita semua, terutama para wakil rakyat yang baru saja dipercaya dan dilantik. Bahwa esensi dan inti perjuangan PDI Perjuangan adalah memihak, berjuang, dan menempatkan kepentingan rakyat kecil atau kaum Marhaen di atas segalanya. Di momentum Bulan Bung Karno ini, kita perkuat kembali komitmen kita untuk selalu tegak lurus pada komando partai, serta membumikan ajaran-ajaran luhur Bung Karno dalam setiap kebijakan, keputusan, dan tindakan yang kita ambil di lembaga legislatif maupun di tengah masyarakat,” tegas Djarot Saiful Hidayat.

Lebih jauh, Djarot menginstruksikan ketegasan aturan baru terkait lagu ini. Ia menyatakan bahwa “Bung Karno Bapak Marhaenisme” kini wajib dinyanyikan dan dikumandangkan dalam setiap kegiatan resmi yang menggunakan protokol kepartaian di seluruh tingkatan organisasi, mulai dari pusat hingga ke ranting-ranting. Hal ini dilakukan agar pesan dan semangat yang terkandung di dalamnya senantiasa melekat dan hidup dalam dada setiap kader PDI Perjuangan.

“Sudah menjadi ketetapan, dalam setiap acara yang berjalan dengan protokol kepartaian, lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme wajib kita nyanyikan bersama-sama. Ini adalah bagian dari cara kita menjaga ideologi dan identitas perjuangan kita,” ujar Djarot menegaskan instruksi tersebut.

Semangat yang tertuang dalam lagu tersebut pun sejalan dengan arahan strategis yang terus-menerus ditekankan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Dalam berbagai kesempatan, Megawati selalu mengingatkan seluruh kader agar tidak pernah lelah turun ke tengah masyarakat, menyatu, dan hidup bersama rakyat.

Putri Bung Karno ini juga mengingatkan bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin maupun seorang pejuang partai tidaklah terletak pada strategi elektoral yang cerdas atau pencitraan di media semata. Melainkan, kekuatan utama yang akan menjaga keberlangsungan perjuangan adalah kedekatan batin dengan rakyat serta kemampuan untuk menunjukkan kerja nyata yang mampu menjawab kebutuhan, harapan, dan kesulitan yang dihadapi masyarakat luas. Melalui lagu ini, pesan-pesan luhur tersebut diharapkan semakin melekat dan terpatri kuat dalam langkah kerja seluruh kader PDI Perjuangan. [ Annisaa ]

Sumber foto : Liputan6.com

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini