27.6 C
Jakarta
Selasa, 2 Juni 2026
BerandaBerita UtamaLedakan Dahsyat Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor: 10 Tewas, Belasan...

Ledakan Dahsyat Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor: 10 Tewas, Belasan Rumah Luluh Lantak

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BIAK NUMFOR _ 1 Juni 2026, m4m4t.com – Sebuah ledakan hebat mengguncang kawasan pesisir Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5/2026) siang. Kejadian mengerikan yang diduga kuat berasal dari peledakan bom atau amunisi peninggalan Perang Dunia II ini menelan korban jiwa sedikitnya 10 orang, serta meratakan belasan unit rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam sekaligus keprihatinan atas bahaya benda sisa perang yang masih mengancam keselamatan warga di wilayah tersebut.

Dentuman keras yang memekakkan telinga itu terdengar jelas sekitar pukul 14.45 WIT di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota. Suara ledakan dan getaran kuatnya terasa hingga radius yang cukup jauh, membuat warga yang sedang beraktivitas di kawasan permukiman padat itu panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Asap tebal segera mengepul tinggi di langit, sementara puing-puing bangunan dan material bangunan beterbangan memenuhi area kejadian akibat kekuatan ledakan yang sangat dahsyat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga saksi mata di lokasi, tragedi ini diduga terjadi akibat tindakan membuka benda berbahaya tersebut. Diduga, benda yang diketahui sebagai bom tua peninggalan perang itu dibongkar oleh sejumlah orang dengan tujuan mengambil bagian atau serbuk yang ada di dalamnya. Namun, hal yang dikhawatirkan pun terjadi: saat proses pemisahan atau pembongkaran berlangsung, benda itu tiba-tiba meledak dengan kekuatan besar.

“Ledakan itu berasal dari bom tua yang diduga sengaja dibuka untuk diambil serbuk atau isinya. Saat bagian-bagiannya dipisahkan, ternyata meledak juga dan menewaskan siapa saja yang ada di dekatnya,” ungkap salah satu warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian dengan nada gemetar.

Akibat insiden naas itu, sejumlah warga dilaporkan kehilangan nyawa seketika, sementara nasib beberapa orang lainnya masih menjadi misteri dan terus dicari hingga berita ini diturunkan. Data sementara yang dihimpun menyebutkan nama-nama korban yang telah dipastikan meninggal dunia antara lain Mira Ayorbaba, Isrel Raubaba (korban anak-anak), serta Moris Raubaba, meski hingga kini jasad Moris belum berhasil ditemukan.

Sementara itu, tiga warga lainnya yang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian adalah Delfin Raubaba, Yulianus Raubaba, dan Anes Marandof. Tim gabungan yang terdiri dari aparat keamanan, petugas penyelamat, dan warga sekitar terus melakukan penggalian serta penelusuran di antara tumpukan reruntuhan bangunan yang ambruk akibat ledakan dahsyat tersebut.

Hingga saat pemberitaan ini diterbitkan, pihak kepolisian dari Polres Biak Numfor belum mengeluarkan pernyataan resmi maupun konfirmasi terkait kronologi pasti, penyebab yang terverifikasi, jumlah akhir korban jiwa, serta rincian kerugian materiil yang dialami warga. Tim redaksi terus berupaya menjalin komunikasi dengan Kapolres Biak Numfor dan jajaran Humas kepolisian guna memperoleh kejelasan dan data resmi terkini.

Sementara itu, aparat keamanan bersama tokoh masyarakat setempat telah mengimbau seluruh warga Kelurahan Fandoi dan sekitarnya agar tetap tenang dan menjauhi lokasi kejadian. Kawasan ledakan kini telah disterilkan dan dijaga ketat, mengingat proses evakuasi korban, pendataan, serta pengamanan lokasi masih berlangsung intensif demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tragedi ini kembali menjadi bukti nyata sekaligus peringatan keras mengenai tingginya risiko bahaya material sisa perang di wilayah Papua, khususnya di Biak Numfor yang dikenal memiliki sejarah kelam masa Perang Dunia II dengan banyaknya peninggalan amunisi dan bom yang belum meledak. Pemeriksaan mendalam dari pihak berwenang sangat dinantikan guna memastikan sumber bahaya, mengamankan lokasi, serta merumuskan langkah pencegahan agar musibah serupa tidak terulang kembali dan merenggut nyawa warga tak berdosa. [ Uswatun ]

Sumber foto : iNewssorongraya.id

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini