JAKARTA _ 28 Mei 2026, m4m4t.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan standar pelayanan dan kualitas penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga prima dan berjalan optimal, kendati anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program strategis nasional ini telah disesuaikan menjadi sebesar Rp268 triliun. Penyesuaian pagu anggaran ini menjadi perhatian publik, namun pihak BGN menegaskan bahwa efisiensi yang dilakukan tidak akan mengurangi hak dan manfaat yang seharusnya diterima oleh masyarakat sasaran.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan BGN dalam keterangan persnya, di tengah proses penyusunan dan penetapan anggaran negara tahun berjalan. Menurut penjelasan pihak BGN, angka Rp268 triliun tersebut merupakan hasil perhitungan cermat, terukur, dan telah melalui kajian mendalam terhadap kebutuhan riil operasional, jangkauan layanan, serta standar gizi yang wajib dipenuhi. Angka ini merupakan penyesuaian dari usulan awal, namun tetap dipastikan cukup dan memadai untuk menopang seluruh rangkaian kegiatan program hingga berjalan sebagaimana mestinya.
Pihak BGN menekankan bahwa pemangkasan atau penyesuaian anggaran ini bukan berarti pengurangan komitmen negara dalam memperbaiki kualitas gizi generasi bangsa. Justru, langkah ini diambil demi mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang lebih sehat, efisien, tepat sasaran, dan bebas dari pemborosan, tanpa sedikit pun mengorbankan substansi utama program, yaitu penyediaan makanan yang bergizi, aman, dan bermanfaat bagi anak sekolah, bayi, balita, hingga ibu hamil dan menyusui.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Meski terdapat penyesuaian pagu anggaran menjadi Rp268 triliun, kami jamin kualitas layanan, kandungan gizi, keamanan pangan, serta cakupan penerima manfaat akan tetap berjalan optimal sesuai target yang telah ditetapkan. Efisiensi yang kami lakukan berfokus pada tata kelola administrasi dan manajemen, bukan pada pemotongan porsi atau penurunan kualitas bahan pangan,” tegas perwakilan BGN.
Lebih lanjut dijelaskan, perencanaan anggaran senilai Rp268 triliun ini telah memperhitungkan seluruh aspek penting dalam ekosistem program MBG, mulai dari pengadaan bahan baku yang mengutamakan produk lokal, biaya pengolahan, distribusi, pengawasan mutu, hingga pembinaan sumber daya manusia. Pendekatan yang diambil BGN adalah memaksimalkan nilai manfaat setiap rupiah yang dikeluarkan, sehingga anggaran yang ada dapat berputar lebih luas, menjangkau lebih banyak sasaran, dan memberikan dampak ganda bagi perekonomian petani serta pelaku usaha mikro di daerah.
BGN juga menegaskan akan menerapkan sistem pengawasan yang sangat ketat dan transparan di setiap tahapan pelaksanaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap alokasi dana digunakan secara akuntabel, sesuai peraturan perundang-undangan, dan benar-benar tersalurkan dalam bentuk makanan bergizi di piring para penerima manfaat.
Badan ini berkomitmen bahwa pengelolaan anggaran yang lebih ramping justru akan memacu kinerja organisasi menjadi lebih lincah, cekatan, dan profesional.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan menurunkan angka stunting, meningkatkan kecerdasan anak bangsa, serta menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan tangguh di masa depan.
Dengan adanya jaminan kualitas di tengah penyesuaian anggaran ini, pemerintah berharap kepercayaan publik tetap terjaga dan program ini dapat berjalan berkelanjutan sebagai warisan kebaikan bagi generasi mendatang.
Pihak BGN pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, hingga orang tua, untuk bersama-sama mengawasi dan mendukung pelaksanaan program ini, agar anggaran sebesar Rp268 triliun tersebut memberikan hasil yang nyata, maksimal, dan berkualitas tinggi bagi kemajuan gizi dan kesehatan anak Indonesia. [ Annisaa ]
Sumber foto : iNews




