27.6 C
Jakarta
Selasa, 2 Juni 2026
BerandaBerita UtamaTeguhkan Nilai Luhur: AsMEN Kabupaten Bekasi Serukan Pancasila Sebagai Pondasi Utama Pembangunan...

Teguhkan Nilai Luhur: AsMEN Kabupaten Bekasi Serukan Pancasila Sebagai Pondasi Utama Pembangunan Bangsa

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

TAMBUN SELATAN _ 1 Juni 2026, m4m4t.com – Di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan terbesar negeri ini, peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2026 menjadi momen sakral dan strategis untuk kembali merajut persatuan serta mempertegas arah haluan bangsa. Menyikapi momentum bersejarah ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Asistensi Media Nasional (AsMEN) Kabupaten Bekasi mengeluarkan seruan tegas dan inspiratif kepada seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat luas hingga para pemangku kebijakan, untuk kembali menghayati, mengamalkan, dan menjadikan setiap butir nilai dalam Pancasila sebagai pedoman mutlak dalam setiap langkah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bendahara DPD AsMEN Kabupaten Bekasi yang juga selaku Pemilik Media Husni Kreasindo (MHKNews), Husni Solihin, menyampaikan pandangan mendalamnya bahwa peringatan hari lahirnya dasar negara ini sama sekali bukan sekadar seremonial tahunan atau rutinitas kenegaraan semata. Lebih dari itu, momen ini adalah panggilan sejarah untuk melakukan refleksi nasional yang mendalam, guna mengembalikan seluruh sendi kehidupan bernegara kepada amanat konstitusi, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam pernyataannya yang berwibawa dan penuh semangat kebangsaan, Husni Solihin menekankan sebuah prinsip fundamental yang harus dipegang teguh oleh setiap warga negara, terlebih bagi para pejabat publik dan pembuat kebijakan. Menurutnya, seluruh kebijakan, keputusan, dan tindakan penyelenggara negara wajib bertumpu pada Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai fondasi paling kokoh dan tidak tergoyahkan.

“Kita harus kembali sepenuhnya kepada Pancasila dan UUD 1945. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, harus menjadi landasan utama dalam segala hal. Kita semua harus sadar sepenuhnya bahwa hakikat manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Maka dari itu, bangsa ini harus dibangun di atas nilai-nilai ketuhanan, moralitas, dan kebenaran, bukan dibangun di atas dasar keserakahan, kebencian, maupun perilaku yang menjauhkan diri dari nilai-nilai ilahiah dan akhlak mulia,” tegas Husni Solihin dengan nada tegas dan berapi-api.

Beliau menambahkan, ketika kesadaran akan keberadaan Tuhan tumbuh subur di dalam sanubari setiap individu anak bangsa, maka secara otomatis nilai luhur berikutnya akan mekar dengan sendirinya. Kesadaran itu akan melahirkan sikap Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Di atas landasan iman, tidak akan ada tempat bagi diskriminasi, permusuhan, atau kebencian antar sesama.

“Ketika manusia sadar akan hakikat dirinya sebagai makhluk Tuhan, maka akan tumbuh rasa saling menghormati, saling menghargai, dan saling membantu tanpa memandang latar belakang. Dari situlah lahir kemanusiaan yang sesungguhnya, adil dan beradab, yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,” ungkapnya.

Lebih jauh, Husni memaparkan bahwa jika nilai kemanusiaan telah mendarah daging, maka kekuatan besar bangsa ini, yaitu Persatuan Indonesia, akan terjaga kokoh selamanya. Keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan yang ada di nusantara tidak boleh menjadi celah perpecahan, melainkan harus dipahami sebagai kekuatan agung anugerah Tuhan untuk membangun bangsa yang besar, kuat, dan bermartabat di mata dunia.

“Kesadaran kolektif inilah yang akan melahirkan persatuan yang tak tergoyahkan. Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan modal utama dan kekuatan nyata kita untuk membangun Indonesia yang besar, bermartabat, dan disegani dunia,” jelasnya.

Menyentuh aspek demokrasi, Husni Solihin juga menegaskan arti penting Sila Keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Ia memandang kritik sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem demokrasi yang sehat, namun harus ditempatkan pada jalur yang benar. Kritik bukanlah alat untuk menjatuhkan, melainkan sarana luhur untuk memperbaiki dan menyempurnakan.

“Kritik bukanlah senjata untuk menjatuhkan lawan, melainkan cermin untuk memperbaiki diri bersama-sama. Kritik yang konstruktif dan membangun akan melahirkan budaya musyawarah yang bijaksana dalam mengambil setiap kebijakan negara. Ingatlah selalu, setiap keputusan yang diambil oleh pemimpin harus mewakili kepentingan seluruh rakyat Indonesia, bukan kepentingan pribadi maupun golongan tertentu semata,” tegasnya.

Semangat musyawarah yang berlandaskan hikmat kebijaksanaan, menurut Husni, adalah salah satu kunci emas untuk menjaga keutuhan persatuan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga negara.

Di akhir pernyataannya yang sarat harapan, Husni Solihin berdoa dan berpesan agar nilai-nilai Pancasila tidak lagi sekadar menjadi hafalan di bangku sekolah atau tulisan di tembok-tembok kantor, melainkan benar-benar diimplementasikan, dihidupkan, dan diamalkan dalam keseharian kita.

“Jika nilai-nilai kesadaran ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan musyawarah ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab, maka cita-cita luhur bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia bukan lagi mimpi, melainkan akan menjadi kenyataan yang indah,” pungkasnya.

Melalui pernyataan ini, DPD AsMEN Kabupaten Bekasi beserta jajaran redaksi MHKNews mengajak seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila 2026 sebagai momentum kebangkitan moral, memperkuat persatuan, menumbuhkan kesadaran kebangsaan, serta bahu-membahu membangun Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan senantiasa berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila selamanya. [ Annisaa ]

Sumber foto : mdinews.com

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini