27 C
Jakarta
Minggu, 21 Juni 2026
BerandaBerita UtamaCatatan Sejarah Piala Dunia: Almiron Jadi Pemain Pertama Diusir karena Menutup Mulut

Catatan Sejarah Piala Dunia: Almiron Jadi Pemain Pertama Diusir karena Menutup Mulut

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

SANTA CLARA _ 20 Juni 2026, m4m4t.com – Sebuah catatan baru terukir dalam sejarah Piala Dunia. Penyerang tim nasional Paraguay, Miguel Almiron, resmi menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah langsung dalam ajang empat tahunan ini lantaran kedapatan menutup mulut saat berhadapan dengan lawan. Insiden bersejarah itu terjadi dalam laga Grup D Piala Dunia 2026 mempertemukan Paraguay melawan Turki di San Francisco Bay Area Stadium, Sabtu (20/6/2026) siang WIB.

Kejadian berlangsung tepat pada masa tambahan waktu babak pertama. Bermula setelah terjadi pelanggaran di area tengah lapangan, Almiron terlibat perdebatan sengit dengan bek tim Turki, Mert Muldur. Di tengah ketegangan itu, terlihat jelas Almiron menutup mulutnya menggunakan tangan saat berbicara langsung ke arah lawannya. Muldur yang merasa diperlakukan tidak wajar segera melaporkan peristiwa tersebut kepada wasit utama, Ivan Barton.

Wasit asal El Salvador itu tidak langsung mengambil keputusan, melainkan menghentikan pertandingan sejenak untuk memeriksa rekaman tayangan ulang melalui sistem Video Assistant Referee atau VAR. Setelah meninjau adegan itu secara cermat dan memastikan apa yang terjadi, Barton akhirnya mengeluarkan kartu merah langsung kepada Almiron. Keputusan itu sekaligus menjadikannya pelaku pertama yang terkena sanksi tegas atas penerapan aturan baru ini.

Langkah tegas wasit itu merujuk pada regulasi terbaru yang disahkan oleh lembaga pembuat peraturan sepak bola dunia, International Football Association Board (IFAB), dan mulai diberlakukan secara resmi di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026. Dalam aturan baru itu, tindakan menutup mulut saat berkonflik dengan pemain lain dinilai berpotensi menyembunyikan ucapan yang bersifat ofensif, menghina, atau mengandung unsur diskriminatif agar tidak terekam oleh kamera maupun didengar petugas pertandingan.

Pihak FIFA bersama IFAB sebelumnya telah menyosialisasikan aturan ini jauh sebelum turnamen dimulai. Tujuan utamanya adalah menjaga transparansi penuh serta meningkatkan nilai sportivitas di atas lapangan. Regulasi ini dibuat agar setiap interaksi antar pemain tetap dapat diawasi dengan jelas, sehingga tindakan yang berpotensi merusak keharmonisan dan keadilan dalam pertandingan dapat dicegah sejak dini.

Keputusan itu pun langsung mengubah jalannya pertandingan. Paraguay harus melanjutkan sisa laga dengan jumlah pemain berkurang satu orang, sekaligus menjadi pelajaran nyata bagi seluruh peserta turnamen untuk memahami dan mematuhi setiap pembaruan aturan demi menjaga citra sepak bola dunia. [ Uswatun ]

Sumber foto : iNews.id

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini