JAKARTA _ 14 Juni 2026, m4m4t.com – Sebuah insiden bentrokan antara sejumlah anggota TNI dan Brimob terjadi di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa ini berujung pada tindakan penikaman yang dialami oleh seorang anggota Brimob, dan kini sedang dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang.
Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, menjelaskan berdasarkan keterangan awal, peristiwa bermula pada Rabu malam (10/6/2026) saat tiga anggota Kodim 1630/Manggarai Barat—yaitu Pratu IB, Pratu IW, dan Pratu FR—menghadiri acara syukuran pelantikan Bripda JG di wilayah Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo. Ketiganya hadir sebagai tamu undangan dan awalnya diterima dengan baik.
Namun suasana berubah saat terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi. Sekitar 30 menit kemudian, lebih dari 15 orang yang diduga anggota Brimob kembali mendatangi tempat acara. Menurut hasil pemeriksaan sementara, sekelompok tersebut diduga menarik Pratu IB ke jalan raya, kemudian melakukan pemukulan dan pengeroyokan.
Saat berusaha menolong rekannya, Pratu IW juga menjadi sasaran. Ia kemudian berhasil melarikan diri, mengambil pisau kerambit, dan mengakui melakukan penikaman terhadap pihak yang menyerangnya, dengan alasan merasa terdesak dan keselamatannya terancam.
“Keterangan ini diperkuat oleh saksi mata yang melihat langsung pengeroyokan terjadi, meski warga sempat berusaha melerai,” jelas Amrizal. Begitu terdengar kabar adanya korban luka akibat tusukan, suasana mulai mereda dan korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Pihak Kodam IX/Udayana menegaskan bahwa semua informasi yang disampaikan masih bersifat sementara. Tim Subdenpom IX/1-1 Ende terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap, motif, serta pihak mana saja yang terlibat.
“Kami mengimbau masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Penanganan akan berjalan secara objektif dan transparan. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum, baik dari unsur TNI maupun pihak lain, akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa insiden ini bersifat kasus perseorangan dan tidak menggambarkan hubungan kelembagaan antara TNI dan Polri. Sinergi serta komunikasi kedua institusi di wilayah tersebut tetap terjaga dengan baik selama proses penanganan berlangsung. [ Uswatun ]
Sumber foto : Liputan6.com




