25.6 C
Jakarta
Selasa, 28 Juli 2026
BerandaInternasionalPanas Ekstrem 40 Derajat Celcius Lima Hari Berturut-turut, Jepang Luncurkan Istilah Baru...

Panas Ekstrem 40 Derajat Celcius Lima Hari Berturut-turut, Jepang Luncurkan Istilah Baru “Kokushobi”

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

TOKYO _ m4m4t.com – Jepang mencatat rekor cuaca terpanas sejak pencatatan dimulai, dengan suhu di atas 40 derajat Celcius terjadi selama lima hari berturut-turut hingga Sabtu (25/7/2026). Pemerintah pun mengeluarkan peringatan dini bahaya serangan panas di sejumlah wilayah negara tersebut.

Merespons kondisi yang makin mengkhawatirkan, Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkenalkan istilah baru bernama “Kokushobi” atau “hari sangat panas” guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap suhu ekstrem yang melewati batas 40 derajat Celcius. Enam kota di wilayah tengah Jepang, termasuk Aichi dan Gifu, telah tercatat masuk dalam kategori ini. Meski berfungsi sebagai seruan siaga yang lebih efektif, istilah ini belum memicu aturan tindakan resmi secara nasional.

Dampak cuaca panas yang luar biasa ini terlihat nyata pada data kesehatan. Antara 13 hingga 19 Juli, hampir 11.000 orang harus mendapatkan perawatan medis darurat, di mana 14 orang di antaranya meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Khusus pada 23 Juli saja, sebanyak 453 warga Tokyo dirawat karena gangguan akibat panas—angka tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang mengimbau masyarakat menempatkan fenomena ini setara dengan bencana alam. Setiap tahunnya sekitar 1.300 orang meninggal akibat dampak panas, dan pemerintah menargetkan menurunkan angka tersebut menjadi separuhnya pada tahun 2030.

Para ilmuwan menegaskan perubahan iklim akibat aktivitas manusia memperkuat frekuensi serta intensitas gelombang panas. Tahun lalu, tepatnya pada 5 Agustus 2025, Jepang mencatat suhu tertinggi sepanjang masa mencapai 41,8 derajat Celcius di Isesaki, sebelah utara Tokyo. Musim panas tahun 2025 sendiri tercatat sebagai yang terpanas dalam sejarah negara tersebut.
[ Annisaa ]

Sumber foto : kompaa.com

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini