27.7 C
Jakarta
Sabtu, 2 Mei 2026
BerandaBerita UtamaRefleksi Hardiknas 2026: Pendidikan sebagai Instrumen Politik Kelas Tinggi

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan sebagai Instrumen Politik Kelas Tinggi

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BEKASI _ 2 Mei 2026, m4m4t.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi mendalam mengenai arah dan tujuan sistem pendidikan di Indonesia.

Dalam pandangan yang kritis namun visioner, Akhmad, selaku pemilik media daring m4m4t.com, menegaskan bahwa hakikat pendidikan tidak dapat dilihat semata-mata sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah ranah yang sarat dengan strategi dan kepentingan, atau yang disebutnya sebagai High Class Politic.

Pernyataan kontroversial namun mendalam ini disampaikannya dalam rangka menyambut hari besar nasional ini. Menurut Akhmad, pendidikan di era modern telah berkembang menjadi sebuah instrumen kekuasaan dan pengaturan tatanan sosial yang sangat strategis.

Siapa yang menguasai pendidikan, maka sesungguhnya ia memegang kendali atas masa depan sebuah bangsa dan peradaban.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik untuk memahami bahwa pendidikan bukan sekadar aktivitas akademis di ruang kelas, melainkan sebuah politik kelas tinggi (High Class Politic) yang menentukan arah peradaban,” ujar Akhmad dalam rilis pers yang diterima, Jumat (2/5).

Ia menjelaskan, konsep pendidikan yang selama ini dipahami masyarakat seringkali terbatas pada upaya mencerdaskan individu agar memiliki wawasan dan keterampilan teknis.

Padahal, secara substantif, pendidikan adalah medan pertempuran ideologi dan arena untuk membentuk karakter bangsa.

Melalui kebijakan pendidikan yang dirancang, negara dan pemangku kepentingan sebenarnya sedang membentuk pola pikir, nilai, hingga aspirasi masyarakat sesuai dengan visi yang ingin dibangun.

“Ketika kita berbicara tentang kurikulum, standar kompetensi, hingga akses pendidikan, itu semua adalah bagian dari pengambilan keputusan strategis.

Ini adalah politik yang tidak main-main, karena menyangkut bagaimana sumber daya manusia disiapkan untuk bersaing di tingkat global. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan visi yang jauh ke depan, bukan sekadar pemikiran jangka pendek,” tambahnya.

Akhmad juga menyoroti pentingnya memahami dinamika ini agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek yang paham akan hak dan tujuan pendidikan.

Pendidikan yang benar akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki daya kritis yang tinggi, berkarakter kuat, dan mampu memahami alur-alur kepentingan yang terjadi di sekitarnya.

“Pendidikan yang sejati harus mampu mengangkat derajat manusia. Namun, kita harus sadar bahwa di balik sistem yang berjalan, terdapat perencanaan yang matang layaknya sebuah strategi politik tingkat tinggi.

Kesadaran inilah yang harus dimiliki oleh setiap pelaku pendidikan, mulai dari pendidik, peserta didik, hingga orang tua,” tegasnya.

Di akhir pesannya, Akhmad berharap semangat Hardiknas tahun ini dapat menginspirasi seluruh elemen bangsa untuk terus berjuang demi kualitas pendidikan yang lebih baik.

Ia berharap agar pendidikan di Indonesia benar-benar menjadi wahana untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang visioner, berintegritas, dan memahami betul bagaimana ilmu pengetahuan digunakan untuk kemaslahatan bersama.

“Semoga pendidikan di negeri ini terus tumbuh dan berkembang, tidak hanya sebagai sumber ilmu, tetapi juga sebagai tonggak terwujudnya bangsa yang besar, beradab, dan memiliki posisi tawar yang kuat di mata dunia,” pungkas Akhmad.

Pewarta : Annisaa

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini