26.7 C
Jakarta
Jumat, 17 Juli 2026
BerandaWilayahKPK Kembangkan Kasus Pemerasan di Sukoharjo, Lima Koper Dokumen Diamankan dari Dinas...

KPK Kembangkan Kasus Pemerasan di Sukoharjo, Lima Koper Dokumen Diamankan dari Dinas Daerah

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

SUKOHARJO _ m4m4t.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Rangkaian penggeledahan intensif dilakukan penyidik yang berbuah pengamanan sejumlah barang bukti berupa dokumen dalam lima koper besar.

Kegiatan penggeledahan berlangsung selama dua hari berturut-turut. Pada Selasa (14/7/2026), tim penyidik menggeledah Kantor Bupati Sukoharjo selama hampir lima jam dan membawa keluar tiga koper hitam. Sehari kemudian, operasi dilanjutkan ke Kantor Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD), di mana dua koper tambahan diamankan setelah pemeriksaan berlangsung lebih dari enam jam.

Selain BPKPAD, KPK juga memperluas jangkauan pengecekan ke sejumlah instansi lain, meliputi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sekretaris Daerah Sukoharjo Abdul Haris Widodo menduga penyidik membagi tim ke berbagai lokasi agar pengumpulan bukti dapat berjalan serentak dan efisien.

Kasus ini kini menjerat Bupati Sukoharjo nonaktif Etik Suryani, Kepala BPKPAD Richard Tri Handoko, serta Tri Mulyo dari Bagian Umum Pemkab Sukoharjo sebagai tersangka. Hingga saat ini, KPK belum merinci isi dokumen yang disimpan di dalam kelima koper tersebut.
[ Uswatun ]

Sumber foto : kompas.com

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini