27.3 C
Jakarta
Jumat, 31 Juli 2026
BerandaNasionalKepala BGN: 116 Juta Penduduk atau 40 Persen Rakyat Indonesia Masih Kekurangan...

Kepala BGN: 116 Juta Penduduk atau 40 Persen Rakyat Indonesia Masih Kekurangan Asupan Pangan

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ m4m4t.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan fakta mengkhawatirkan bahwa sekitar 116 juta jiwa atau setara 40 persen penduduk Indonesia masih mengalami kekurangan asupan kalori dan protein. Jumlah tersebut berasal dari kelompok masyarakat di kuintil satu dan dua.

“Kira-kira 40 persen penduduk kita itu kekurangan kalori dan protein. Secara sederhana dan terus terang, mereka kurang makan,” ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, jumlah makanan yang dikonsumsi kelompok ini nyatanya masih lebih rendah dibanding kebutuhan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. “Ini kenyataan yang menyedihkan namun harus kita hadapi: sebanyak 116 juta orang asupannya belum mencukupi beban kerjanya, atau dengan kata lain masih mengalami kelaparan tersembunyi,” tambahnya.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu landasan utama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. BGN pun tengah menyusun strategi penanganan yang lebih fokus ke daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi. Merujuk data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024, dari seluruh wilayah di Tanah Air: 20 kabupaten/kota memiliki prevalensi terendah, 182 kategori sedang, 220 kategori tinggi, dan 92 kabupaten/kota masuk kategori sangat tinggi.

Guna memastikan bantuan tepat sasaran, BGN akan mengintegrasikan data Nomor Induk Kependudukan dengan catatan kesehatan. Melalui sistem ini, pemerintah dapat memantau dengan pasti siapa saja penerima mulai dari balita, anak sekolah, hingga ibu hamil beserta kondisi gizi masing-masing.
[ Uswatun ]

Sumber foto : iNews.id

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini