BEKASI _ 29/04/2026, m4m4t.com – Menyikapi insiden kecelakaan beruntun antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengambil langkah cepat dan tegas.
Ia memprioritaskan pembangunan flyover di seluruh perlintasan kereta api yang dianggap rawan, serta menjamin seluruh biaya pengobatan dan penanganan korban ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.
Hal tersebut disampaikan Asep saat dikonfirmasi pada Rabu (29/4/2026). Menurutnya, peristiwa ini menjadi peringatan keras untuk segera memperbaiki infrastruktur demi keselamatan masyarakat.
“Jalur kereta api kita cukup rawan, seperti di Lemahabang. Ini perlu jadi perhatian ke depan, seperti pembangunan flyover. Ke depannya, kita tidak akan tinggal diam dan akan menelusuri seluruh akses antarwilayah yang belum memiliki sistem pengamanan standar,” ujarnya.
Langkah ini juga disepakati bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mempercepat pembenahan seluruh pintu perlintasan, termasuk yang tidak resmi atau “liar” yang selama ini hanya dijaga swadaya warga dengan palang bambu.
Pemkab Bekasi berkomitmen menyiapkan alokasi anggaran khusus dan memperkuat kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam penanganan teknis di lapangan.
Selain soal infrastruktur, Asep juga menegaskan komitmen Pemkab Bekasi untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka-luka, serta memberikan perhatian khusus bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga.
Pernyataan ini disampaikan saat ia menyambangi rumah duka almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32), karyawati KompasTV yang menjadi korban meninggal dunia, di wilayah Tambun Selatan pagi ini.
“Insya Allah Pemerintah Kabupaten Bekasi bertanggung jawab, pengobatannya segala macam kita tanggung.
Kami juga menyiapkan bantuan ekonomi bagi keluarga yang kehilangan pencari nafkah,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 11.00 WIB hari ini, total korban kecelakaan mencapai 106 orang.
Sebanyak 16 orang meninggal dunia, 90 orang mengalami luka-luka, di mana 44 orang sudah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyidikan bersama KAI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari penyebab pasti insiden, baik dari faktor teknis maupun kelalaian.
Pewarta : Annisaa / Editor : Ahmad
Sumber foti : Kompas.tv




