28.3 C
Jakarta
Senin, 8 Juni 2026
BerandaBerita UtamaVisa Timnas Iran Terbit, Namun Dilarang Menginap di AS dan Sebagian Staf...

Visa Timnas Iran Terbit, Namun Dilarang Menginap di AS dan Sebagian Staf Ditolak

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

TEHERAN _ 7 Juni 2026, m4m4t.com – Meskipun visa perjalanan bagi para pemain Timnas Iran untuk mengikuti Piala Dunia 2026 telah resmi diterbitkan, tim tersebut tetap menghadapi pembatasan ketat dari pihak Amerika Serikat. Aturan yang berlaku mewajibkan seluruh skuad untuk masuk dan segera meninggalkan wilayah AS pada hari yang sama saat pertandingan berlangsung. Situasi ini muncul akibat ketegangan politik yang masih berlangsung antara kedua negara.

Awalnya, Iran direncanakan bermarkas di Tucson, Arizona. Namun, menyusul adanya pembatasan tersebut, tim nasional akhirnya memutuskan untuk memindahkan basis operasionalnya ke kota Tijuana, Meksiko.

“Kami diizinkan masuk pada pagi hari, namun harus segera meninggalkan wilayah AS di hari yang sama,” jelas utusan tim Iran, Abolfazl Pasandideh, kepada wartawan seperti yang dilansir kantor berita AFP, Sabtu (6/6/2026).

Pembatasan ini bahkan lebih berat bagi jajaran pendukung tim. Sebagian besar staf dan petugas pendukung ternyata tidak mendapatkan izin masuk karena permohonan visa mereka ditolak. Termasuk di antaranya adalah Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj.

Menanggapi hal tersebut, Kedutaan Besar Iran di Turkiye mengeluarkan pernyataan tegas yang diunggah di akun media sosial resmi mereka. “Perlakuan diskriminatif yang disengaja terhadap tim nasional Iran kini telah mencapai tingkat yang paling tinggi,” tulis pernyataan tersebut. Pihak kedutaan juga meminta FIFA untuk menuntut tanggung jawab kepada Amerika Serikat atas apa yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap aturan internasional dalam penyelenggaraan turnamen.

Sementara itu, timnas Iran telah meninggalkan Turkiye menuju markas barunya di Meksiko pada Sabtu sore, berangkat sekitar pukul 18.10 waktu setempat. Sebelumnya, mereka menjalani pemusatan latihan selama hampir tiga minggu di Antalya, sekaligus mengurus kelengkapan dokumen perjalanan ke tiga negara penyelenggara, yaitu Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Meskipun visa AS baru diterima sehari sebelum keberangkatan, aturan yang ditetapkan tetap membatasi kebebasan pergerakan tim selama turnamen berlangsung.

Perhelatan Piala Dunia tahun ini tercatat sebagai yang pertama kalinya di mana negara tuan rumah menerima keikutsertaan tim dari negara yang sedang mengalami konflik politik dan ketegangan hubungan diplomatik. Iran dijadwalkan akan menjalani tiga pertandingan babak grup yang seluruhnya digelar di wilayah Amerika Serikat. [ Annisaa ]

Sumber foto : kompas.com

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini