JAKARTA _ m4m4t.com – Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan bahaya penggunaan bahan seng dan asbes sebagai penutup atap rumah. Menurutnya, kedua bahan tersebut menjadi salah satu penyebab timbulnya berbagai gangguan kesehatan yang sering kali tidak disadari masyarakat, termasuk risiko penyakit paru-paru hingga kanker.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jumat (31/7/2026). “Sangat banyak kasus sakit paru-paru yang tidak disadari penyebabnya. Ada orang muda yang terkena kanker paru padahal tidak merokok. Dari mana asalnya? Bisa dari karat seng, dari serat asbes, atau zat kimia lainnya,” tegasnya.
Ia menjelaskan atap seng tidak hanya mudah berkarat, tetapi juga membuat suhu di dalam rumah terasa sangat panas. Oleh karena itu, Presiden mengajak masyarakat kembali menggunakan bahan-bahan penutup atap asli warisan leluhur seperti ijuk, rumbai, atau genteng tanah liat. “Aslinya bangsa Indonesia tidak menggunakan seng. Dulu rakyat kita pandai membuat dan memakai genteng, itu bukan teknologi asing,” ujarnya.
Usulan ini merupakan bagian dari gerakan besar yang dicetuskan Prabowo, yaitu “Gentengisasi Seluruh Indonesia” sekaligus mewujudkan visi Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini pertama kali ia sampaikan pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah pada Februari lalu. Selain alasan kesehatan, penggantian atap juga bertujuan mempercantik wajah kota dan desa agar lebih nyaman dipandang serta mampu menarik minat wisatawan berkunjung ke Indonesia.
[ Uswatun ]
Sumber foto : detik.com




