26.6 C
Jakarta
Kamis, 16 April 2026
BerandaBerita UtamaHakikat Eksistensi: Mengapa Kita Ada di Dunia? Catatan Hikmah Ustadz Saiful Karim

Hakikat Eksistensi: Mengapa Kita Ada di Dunia? Catatan Hikmah Ustadz Saiful Karim

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ 15/04/2026, m4m4t.com – Dalam sebuah kajian ilmu yang penuh makna, Ustadz Saiful Karim mengupas tuntas tentang Hakikat Eksistensi atau tujuan sebenarnya manusia diciptakan dan hadir di muka bumi ini. Menurutnya, banyak orang yang sibuk mengejar duniawi namun lupa menjawab pertanyaan paling fundamental: “Untuk apa aku ada?”

Ustadz Saiful Karim menjelaskan bahwa eksistensi manusia bukanlah kebetulan semata, melainkan sebuah takdir dan amanah yang sangat besar. Keberadaan kita di dunia ini memiliki tujuan yang jelas dan mulia yang telah digariskan oleh Sang Pencipta.

1. Eksistensi sebagai Bukti Kekuasaan Allah. Keberadaan manusia adalah bukti nyata kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Dari tidak ada menjadi ada, dari setetes air yang hina diciptakan menjadi makhluk yang sempurna. Oleh karena itu, wujud fisik dan kehidupan yang kita miliki seharusnya membuat kita senantiasa bersyukur dan mengakui bahwa di atas kita ada Penguasa Mutlak yang mengatur segalanya.

2. Eksistensi adalah Ujian. Hidup di dunia ini hanyalah tempat persinggahan dan arena ujian. Eksistensi kita adalah untuk diuji melalui harta, jabatan, anak, dan waktu. “Jangan sampai kita terbuai oleh dunia sehingga lupa bahwa kita ini hanya ‘penumpang’. Yang asli dan abadi adalah kehidupan setelah mati,” tegas Ustadz Saiful.

3. Eksistensi untuk Beribadah dan Menjadi Khalifah adalah Inti dari hakikat keberadaan manusia, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, adalah untuk beribadah kepada Allah semata. Namun, ibadah di sini bukan hanya ritual shalat dan puasa, melainkan juga menjalankan fungsi sebagai Khalifah fil ardh (pemimpin di bumi).

Eksistensi kita bermakna jika kita membawa manfaat. Menjadi manusia yang berarti adalah ketika kehadiran kita memberikan kebaikan, keadilan, dan kedamaian bagi lingkungan sekitar. Itulah bentuk nyata dari pengabdian kita kepada Allah,” jelasnya.

4. Eksistensi yang Abadi. Ustadz Saiful Karim mengingatkan bahwa kehidupan dunia ini sementara. Eksistensi yang sejati dan abadi adalah ketika nama baik kita tersimpan dan amal sholeh kita terus mengalir meski raga telah tiada. Oleh karena itu, mari kita isi kehidupan dengan hal-hal yang bernilai ibadah dan bermanfaat, agar keberadaan kita tidak sia-sia. ( Pewarta Ahmad )

Sumber Foto : YouTube Syaiful Karim

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini