JAKARTA _ 15/04/2026, m4m4t.com – Dalam sebuah kajian ilmu yang penuh makna, Ustadz Saiful Karim mengupas tuntas tentang Hakikat Eksistensi atau tujuan sebenarnya manusia diciptakan dan hadir di muka bumi ini. Menurutnya, banyak orang yang sibuk mengejar duniawi namun lupa menjawab pertanyaan paling fundamental: “Untuk apa aku ada?”
Ustadz Saiful Karim menjelaskan bahwa eksistensi manusia bukanlah kebetulan semata, melainkan sebuah takdir dan amanah yang sangat besar. Keberadaan kita di dunia ini memiliki tujuan yang jelas dan mulia yang telah digariskan oleh Sang Pencipta.
1. Eksistensi sebagai Bukti Kekuasaan Allah. Keberadaan manusia adalah bukti nyata kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Dari tidak ada menjadi ada, dari setetes air yang hina diciptakan menjadi makhluk yang sempurna. Oleh karena itu, wujud fisik dan kehidupan yang kita miliki seharusnya membuat kita senantiasa bersyukur dan mengakui bahwa di atas kita ada Penguasa Mutlak yang mengatur segalanya.
2. Eksistensi adalah Ujian. Hidup di dunia ini hanyalah tempat persinggahan dan arena ujian. Eksistensi kita adalah untuk diuji melalui harta, jabatan, anak, dan waktu. “Jangan sampai kita terbuai oleh dunia sehingga lupa bahwa kita ini hanya ‘penumpang’. Yang asli dan abadi adalah kehidupan setelah mati,” tegas Ustadz Saiful.
3. Eksistensi untuk Beribadah dan Menjadi Khalifah adalah Inti dari hakikat keberadaan manusia, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, adalah untuk beribadah kepada Allah semata. Namun, ibadah di sini bukan hanya ritual shalat dan puasa, melainkan juga menjalankan fungsi sebagai Khalifah fil ardh (pemimpin di bumi).
Eksistensi kita bermakna jika kita membawa manfaat. Menjadi manusia yang berarti adalah ketika kehadiran kita memberikan kebaikan, keadilan, dan kedamaian bagi lingkungan sekitar. Itulah bentuk nyata dari pengabdian kita kepada Allah,” jelasnya.
4. Eksistensi yang Abadi. Ustadz Saiful Karim mengingatkan bahwa kehidupan dunia ini sementara. Eksistensi yang sejati dan abadi adalah ketika nama baik kita tersimpan dan amal sholeh kita terus mengalir meski raga telah tiada. Oleh karena itu, mari kita isi kehidupan dengan hal-hal yang bernilai ibadah dan bermanfaat, agar keberadaan kita tidak sia-sia. ( Pewarta Ahmad )
Sumber Foto : YouTube Syaiful Karim




