31.5 C
Jakarta
Jumat, 17 April 2026
BerandaBerita UtamaTragedi Puncak: 5 Warga Sipil Tewas Termasuk Balita, Menteri HAM Desak TNI...

Tragedi Puncak: 5 Warga Sipil Tewas Termasuk Balita, Menteri HAM Desak TNI Beri Klarifikasi Lengkap

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ 17/04/2026, m4m4t.com – Peristiwa penembakan yang mengakibatkan gugurnya lima orang warga sipil, termasuk seorang balita berusia di bawah lima tahun, di wilayah Puncak, Papua Tengah, memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara tegas menuntut agar pihak TNI segera memberikan penjelasan rinci dan transparan terkait kronologi kejadian yang sangat memilukan ini.

Insiden yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) tersebut mengakibatkan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil yang tidak bersenjata. Selain balita, korban juga terdiri dari orang dewasa yang diduga sedang berada di lokasi kejadian untuk kegiatan keseharian.

Kejadian ini menuai pertanyaan besar mengenai penggunaan kekuatan senjata api dan prosedur operasi yang diterapkan di lapangan.

“Kami meminta penjelasan yang utuh. Bagaimana proses kejadiannya, siapa yang terlibat, dan mengapa hingga menelan korban jiwa warga sipil yang tidak bersalah, termasuk anak kecil,” tegas Natalius Pigai dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).

Menteri HAM menekankan bahwa prinsip perlindungan hak asasi manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi keamanan. Kehadiran negara seharusnya memberikan rasa aman, bukan justru menimbulkan ketakutan dan korban di tengah masyarakat sipil.

Ia menilai kematian balita dalam insiden ini adalah kerugian besar dan pelanggaran yang sangat serius yang tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Natalius Pigai juga mengingatkan pentingnya proses hukum yang objektif jika terbukti terdapat kesalahan atau pelanggaran aturan. Pihaknya berharap TNI dapat segera merespons desakan ini dengan data dan fakta yang akurat, sehingga kebenaran dapat terungkap dan rasa keadilan bagi keluarga korban dapat terwujud.

Hingga saat ini, masyarakat dan keluarga korban masih menanti jawaban pasti mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, serta langkah-langkah apa yang akan diambil untuk memastikan tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Pewarta : Iswanto / Editor : Ahmad

Sumber foto : tvonenews

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini