29.7 C
Jakarta
Sabtu, 1 Agustus 2026
BerandaNasionalPrabowo: Kunci Hindari Negara Gagal adalah Persatuan Seluruh Elite, Tekankan Swasembada Pangan...

Prabowo: Kunci Hindari Negara Gagal adalah Persatuan Seluruh Elite, Tekankan Swasembada Pangan dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ m4m4t.com – Dalam pertemuan dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri seluruh Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026), Presiden Prabowo Subianto menekankan pelajaran berharga dari negara-negara yang mengalami kegagalan negara atau failed state. Menurutnya, perbedaan utama antara bangsa yang maju dan yang runtuh terletak pada kemampuan para pemimpinnya untuk bersatu.

“Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang elitnya mau bekerja sama. Sebaliknya, negara yang hancur selalu bermula ketika para elitnya saling bersitegang dan berkelahi,” tegas Prabowo. Ia menjelaskan yang dimaksud elit bukan hanya pemimpin politik, tetapi mencakup seluruh unsur pemimpin: ekonomi, agama, intelektual, budaya, seniman, pengusaha, hingga perwakilan buruh. Atas kesediaan bersinergi ini, Presiden memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kadin.

Prabowo juga mengingatkan bahwa fondasi utama pembangunan adalah ekonomi, di mana ketersediaan pangan atau urusan “perut” masyarakat menjadi prioritas utama. Ia menegaskan Indonesia kini telah mencapai swasembada pangan, meskipun masih ada sebagian pihak yang belum mempercayainya.

Di tengah situasi dunia yang penuh konflik dan ketegangan yang berdampak langsung pada kenaikan harga pangan serta energi, Presiden bersyukur Indonesia memiliki modal politik luar negeri bebas aktif dan tidak memihak blok tertentu. “Kita ingin menjadi tetangga yang baik, mempererat persian silaturahmi dengan semua negara di kawasan maupun seluruh dunia,” tutupnya.
[ Uswatun ]

Sumber foto : kompaa.tv

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini