26.2 C
Jakarta
Sabtu, 1 Agustus 2026
BerandaWilayahUsai Naik Wahana Rumah Hantu, Wanita Tulungagung Meninggal Diduga Serangan heart, Wahana...

Usai Naik Wahana Rumah Hantu, Wanita Tulungagung Meninggal Diduga Serangan heart, Wahana Ditutup Sementara

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

TULUNGAGUNG _ m4m4t.com – Seorang perempuan berinisial BNW (39), warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia tak lama setelah keluar dari wahana rumah hantu yang berlokasi di area parkir salah satu pusat perbelanjaan setempat, Rabu (29/7/2026) sore. Polisi menduga kuat penyebab kematian adalah serangan jantung, namun masih terus mendalami fakta selengkapnya.

Berdasarkan keterangan Ipda Hendra Endy Purwanto dari Polres Tulungagung, korban masuk ke wahana sekitar pukul 14.30 WIB dan sudah keluar lima menit kemudian bersama pengunjung lain. Setelah duduk istirahat sejenak di dekat pintu keluar, saat hendak berdiri korban tiba-tiba ambruk. Pertolongan segera diberikan pengunjung dan petugas, namun nyawanya tak tertolong.

Dari hasil visum luar ditemukan luka memar di pelipis kiri dan satu gigi patah yang dinilai akibat benturan saat jatuh, bukan penyebab kematian. Penyelidikan juga mencatat korban memiliki riwayat hipertensi, pernah beberapa kali pingsan saat menunaikan ibadah haji, dan kerap mengeluhkan jantung berdebar jika mendengar suara keras. Keluarga telah memutuskan tidak melakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Guna mempermudah pemeriksaan, wahana tersebut telah dipasangi garis polisi dan dihentikan operasionalnya sementara waktu. Polisi masih menggali keterangan dari pengelola dan saksi-saksi untuk memastikan kronologi serta penyebab pasti kejadian ini.
[ Annisaa ]

Sumber foto : Liputan6.com

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini