PADANG PARIAMAN _ m4m4t.com – Belum lama luka akibat banjir bandang penghujung tahun lalu terobati, warga Kampuang Tangah, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam kembali dihantui kekhawatiran setiap kali langit mendung. Tak ingin lagi hanya menunggu janji bantuan, warga bersama para perantau bergotong royong menyisihkan uang pribadi untuk menyewa alat guna memperbaiki aliran Sungai Batang Anai yang rusak parah.
“Daripada diam saja lalu rumah dan sawah kami hanyut lagi, lebih baik kita act sekarang juga,” ujar salah satu warga. Ia pun berharap Presiden Prabowo Subianto segera meninjau dan membangun tanggul yang kokoh agar tak perlu lagi hidup was-was.
Sekretaris Nagari Anduriang Alex Sandra membenarkan usaha warga, namun sayangnya tanggul buatan sendiri itu kembali longsor saat hujan deras turun. Kini ada kabar menggembirakan: Balai Wilayah Sungai Sumatera V berencana melakukan normalisasi sepanjang 5,3 kilometer dari Jembatan Anduriang hingga Muaro Kampuang Tangah lengkap dengan pemasangan batu penahan. Pemerintah Nagari pun sedang mempercepat urusan pembebasan lahan.
Ketua Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua IKM Jakarta Selatan Jecky Efrianto sangat mengapresiasi semangat warga, namun menegaskan urusan infrastruktur vital tak seharusnya dibebankan kepada masyarakat. “Keselamatan jiwa dan sumber penghidupan adalah tanggung jawab negara. Warga sudah berkorban semampunya, kini kami janji akan terus mengawal sampai ada solusi yang benar-benar permanen,” tandasnya.
[ Uswatun ]
Sumber foto : TRNNEWS.com




