BANGKOK _ 20 Juni 2026, m4m4t.com – Sebanyak enam anggota Polisi Patroli Perbatasan Thailand mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi kritis, setelah diserang dengan bom pinggir jalan dan tembakan di Provinsi Yala, kawasan Thailand selatan, pada Jumat (19/6/2026). Serangan itu terjadi saat pasukan tengah melaksanakan tugas pengamanan di wilayah yang rawan konflik tersebut.
Menurut keterangan kepolisian setempat, insiden berlangsung di Distrik Thanto ketika rombongan petugas sedang menjalankan patroli rutin. Tugas utama mereka saat itu adalah mengawal dan mengamankan satuan perlindungan guru yang bertugas di sekolah-sekolah sekitar, mengingat seringnya terjadi gangguan keamanan terhadap lembaga pendidikan dan tenaga pengajar di daerah perbatasan selatan itu.
Saat kendaraan patroli melintas di lokasi yang sepi, sebuah alat peledak rakitan yang dipasang secara tersembunyi di pinggir jalan meledak tepat di dekat barisan kendaraan polisi. Tak lama sesudah ledakan, kelompok tak dikenal yang bersembunyi di balik semak-semak dan bangunan kosong segera melepaskan rentetan tembakan ke arah petugas yang selamat dari ledakan.
Akibat peristiwa itu, enam orang polisi menderita luka bakar dan luka tembak. Dua di antaranya mengalami luka cukup parah sehingga dinyatakan dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit utama di pusat Provinsi Yala untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara empat petugas lainnya mengalami luka ringan hingga sedang dan juga menjalani perawatan medis.
Pihak kepolisian segera mengerahkan pasukan tambahan ke lokasi untuk mengamankan area, melakukan penyisiran guna mengejar pelaku, serta menyelidiki asal-usul dan jenis bahan peledak yang digunakan. Polisi juga memastikan tidak ada warga sipil yang menjadi korban dalam serangan tersebut.
Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, wilayah perbatasan selatan Thailand meliputi Provinsi Yala, Pattani, dan Narathiwat telah lama menjadi lokasi konflik bersenjata antara kelompok pemberontak dan aparat keamanan, dengan serangan terhadap petugas, lembaga pendidikan, serta fasilitas umum kerap terjadi secara berkala.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh aparat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan di jalur-jalur utama serta area pemukiman warga demi mencegah insiden serupa terulang kembali. [ Uswatun ]
Sumber foto : Liputan 6.com




