TEHERAN _ 21 Juni 2026, m4m4t.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam. Pemerintah dan komando militer Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran paling strategis di dunia, yaitu Selat Hormuz. Langkah ini ditegaskan secara resmi oleh Komando Militer Gabungan Tertinggi Iran pada Sabtu (20/6/2026), sebagaimana dikutip dari laporan kantor berita internasional Reuters.
Keputusan penting ini diambil sebagai bentuk tanggapan keras atas dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dinilai dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Israel. Iran menegaskan bahwa tindakan ini bukan tanpa alasan, melainkan respons atas peristiwa yang terjadi belakangan ini yang dianggap merusak ikatan perdamaian yang telah disepakati.
Pihak otoritas Iran menyebut penutupan jalur laut strategis tersebut sebagai “langkah awal” dari serangkaian tanggapan yang telah disiapkan. Mereka juga mengeluarkan peringatan tegas: apabila pihak yang dianggap melanggar terus mengulangi tindakan serupa dan tidak menghormati komitmen bersama, maka Iran tidak akan ragu menerapkan langkah-langkah lanjutan yang lebih berat.
Sebelum keputusan ini diumumkan, suasana di kawasan sudah terasa memanas. Israel diketahui melancarkan serangan udara berturut-turut ke wilayah Lebanon, yang mengakibatkan belasan orang meninggal dunia serta menimbulkan kerusakan di pemukiman warga. Serangan ini terjadi hanya berselang satu hari setelah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan berlakunya perjanjian gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah pada Jumat (19/6/2026).
Iran menilai serangan tersebut secara langsung merusak kepercayaan dan membahayakan keberlangsungan kesepakatan damai yang telah diperjuangkan. Sebagai jalur yang melayani aliran perdagangan minyak dunia dalam jumlah besar, penutupan Selat Hormuz langsung memicu kekhawatiran luas mengenai dampaknya terhadap stabilitas pasokan energi dan ekonomi global jika ketegangan terus berlanjut.
Sampai saat ini, pihak Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait pengumuman penutupan jalur laut tersebut. Situasi terus dipantau secara ketat oleh pengamat internasional dan negara-negara besar mengingat posisi vital Selat Hormuz bagi kepentingan pelayaran dan perekonomian dunia. [ Uswatun ]
Sumber foto : iNews.id




