27.8 C
Jakarta
Minggu, 5 Juli 2026
BerandaBerita UtamaLewat "Banten Merawat Warisan", Generasi Muda Dikenalkan Kembali pada Kekayaan Budaya Lokal

Lewat “Banten Merawat Warisan”, Generasi Muda Dikenalkan Kembali pada Kekayaan Budaya Lokal

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

BANTEN _ 4 Juli 2026, m4m4t.com – Yayasan Rindang Indonesia berkolaborasi dengan Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan program Pemanfaatan Ruang Publik bertema “Banten Merawat Warisan” di Kampung Adat Kasepuhan Cipinang, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak.

Program ini berlangsung pada 29 Juni hingga 5 Juli 2026 sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya berbasis komunitas. Dalam kegiatan tersebut, puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Workshop Tari Topeng yang dibimbing langsung oleh para seniman lokal.

Selama tiga hari, para peserta mendapatkan pelatihan intensif sebelum akhirnya berkolaborasi dengan kelompok seni tradisional Dogdog Lojor dalam sebuah pertunjukan budaya.

Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia, M. Adhie Pamungkas, S.H., menegaskan bahwa investasi terpenting dalam menjaga kelestarian budaya adalah menanamkan rasa cinta generasi muda terhadap tradisi dan kearifan lokal sejak dini.

Menurutnya, budaya tidak akan bertahan apabila hanya ditampilkan dalam acara seremonial atau formal semata. Budaya harus diwariskan melalui proses pembelajaran langsung agar generasi penerus dapat memahami, menghayati, dan melestarikannya.

“Upaya pelestarian budaya nasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas dan karakter generasi muda di tengah gempuran budaya global,” ujar M. Adhie Pamungkas di hadapan awak media pada Jum’at (3/7/2026).

Selain Workshop Tari Topeng, program “Banten Merawat Warisan” juga menghadirkan Seminar Rudat yang mengedukasi masyarakat mengenai sejarah, nilai, dan filosofi salah satu kesenian tradisional khas Banten. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya daerah.

Salah seorang peserta workshop, Angel (15), mengaku sangat antusias karena untuk pertama kalinya ia belajar Tari Topeng secara mendalam. “Kami sangat senang bisa belajar langsung. Saya berharap kegiatan semacam ini terus ada supaya anak-anak seusia kami dapat lebih mengenal budaya lokal,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga memastikan lahirnya generasi penerus yang akan merawat dan mengembangkan budaya bangsa di masa depan. [ Imam Setiadi ]

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini