27.3 C
Jakarta
Jumat, 31 Juli 2026
BerandaBisnisOJK: Belum Ada Pengajuan Penerbitan Patriot Bond Berikutnya, Panda Bond Tidak Masuk...

OJK: Belum Ada Pengajuan Penerbitan Patriot Bond Berikutnya, Panda Bond Tidak Masuk Wewenang Kami

Date:

Trending

Patok Merah Putih Sebagai Tanda Dimulakan Pembangunan Asrama Yatim Yayasan PADI

M4M4T.COM, Kabupaten Bekasi -Hari Ahad, 30 Juni 2024 akan...

Gelaran PON XXI, Putra Nababan: Pelaku Parekraf Jadi Lokomotif Geliat Ekonomi

M4M4T.COM, Jakarta - Geliat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)...

Perbakin Kota Bandarlampung Helat Kejuaraan Menembak Nasional

M4M4T.COM, Bandarlampung - Pengurus Kota (Pengkot) Perbakin Kota Bandarlampung...

Penelusuran Tim Media AsMEN Ungkap Sejarah Istana Kepresidenan Yogyakarta

M4M4T.COM | Yogyakarta - Sejumlah perwakilan media massa yang...

Tiga Tahun Berturut-turut, Kemendagri Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa melalui Gerakan 10 Juta Bendera

M4M4T.COM, Pekanbaru – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat...
spot_imgspot_img

JAKARTA _ m4m4t.com – Otoritas Jasa Keuangan menegaskan hingga saat ini belum menerima dokumen pengajuan terkait rencana penerbitan selanjutnya dari instrumen Patriot Bond yang dikelola PT Danantara Investment Management. Terpisah, terkait rencana penerbitan Panda Bond oleh Pemerintah RI, OJK menjelaskan bahwa proses pernyataan pendaftarannya bukan merupakan ranah wewenang lembaga ini.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026). “Penerbitan Panda Bond oleh Pemerintah Republik Indonesia tidak wajib menyampaikan dokumen Pernyataan Pendaftaran kepada OJK. Oleh karena itu, kami tidak memiliki informasi terkait besaran kupon maupun rincian lain dari instrumen tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, untuk Patriot Bond, Hasan mengakui PT Danantara Investment Management sebelumnya sudah dua kali menerbitkan instrumen serupa, yaitu Surat Utang Jangka Panjang I pada tahun 2025 dan SUJP II Tahap I pada Maret 2026. “Namun untuk rencana penerbitan berikutnya, sampai saat ini belum ada dokumen yang diserahkan ke OJK. Dengan demikian, kami belum dapat memberikan keterangan mengenai struktur maupun nilai kupon yang akan ditawarkan nanti,” tegasnya.
[ Uswatun ]

Sumber foto : kompaa.com

Langganan

- - Tidak Pernah Ketinggalan Berita Terbaru

- Dapat Mengkases Berita Ekslusif

- Gratis

Untuk Kamu

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini